Ketik disini

Giri Menang

Korban Banjir Terancam Jadi Pengangguran

Bagikan

GIRI MENANGA�– Ratusan warga korban banjir di Dusun Kebon Talo, Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar terancam jadi pengangguran. Sebab, banjir bandang yang menerjang dusun mereka tiga hari yang lalu merusak Kali Mertak. Padahal, sungai ini setiap hari dimanfaatkan warga sekitar untuk mengairi usaha batu bata mereka.

Tanggul tersebut jebol di tiga titik. Serta mengalami kerusakan sepanjang satu kilometer. Tak hanya terancam kehilangan mata pencaharian, warga setempat juga merugi ratusan juta akibat batu bata yang sudah dibuat hanyut terbawa air.

Kepala Dusun Kebon Talo Utara Sami’in mengaku, warga sekitar mulai kebingungan. Paska banjir tidak ada pekerjaan tetap. Saluran kali yang menjadi harapan satu-satunya rusak dan tidak bisa dimanfaatkan lagi membuat batu bata.

a�?Semua warga disini (Dusun Kebon Talo) mata pencaharian sebagai pembuat batu bata,a�? terangnya, kemarin (30/3).

Warga Dusun Kebon Talo berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat memperbaiki saluran yang jebol. Mereka pun terancam menganggur apbila tidak segera tertangani. Satu-satunya mata pencaharian warga adalah membuat batu bata.

Selain menerjang rumah, banjir yang melanda juga menyebabkan usaha batu bata mereka bangkrut. Setelah sebanyak 125 ribu biji batu bata milik warga Dusun Kebon Talo terbawaA� hanyut. Dengan kondisi sudah matang, kerugian ditaksir mencapai Rp 400 juta.

Masyarakat Kebon Talo hanya berharap pemerintah memperbaiki saluran kali yang jebor. Agar usaha mereka satu-satunya tidak mati suri. Bisa melanjutkan usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memenuhi keperluan sekolah anak mereka.

Dusun Kebon Talo salah satu dari empat dusun di Desa Labuan Tereng yang diterjang banjir bandang Senin lalu. Meski tidak terlalu parah dibanding Dusun Songkak, banjir telah merusak tanaman padi dan usaha batu bata warga setempat. Total penduduk di Dusun Kebon Talo mencapai 254 KK.

Dandim 1606/Lobar Letkol (inf) Ardiansyah turun meninjau kondisi saluran kali yang rusak di Dusun Kebon Talo Selasa (29/3) lalu. Setelah memantau, Dandim berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki. a�?Bantuan kami belum maksimal. Masih dengan seadanya, masih terkendala alat berat,a�? ujarnya.

Hasil pantuannya, kerusakan saluran ada di empat titik. Jika tidak ditangani segera, air yang mengalir bisa kembali menimbulkan banjir. Ia menyarankan segeraA� dinormalisasi. Mengingatkan masyarakat untuk tidak memproduksi batu bata terlalu dekat dengan bibir saluran. “Hanya satu meter dari saluran, itu yang membuat mudah hancur terkena air,a�? jelasnya.

Aktivitas penebangan pohon secara ilegal dianggap menjadi salah penyebab banjir. Diatas bukit permukiman warga terlihat mulai gundul. Dandim juga meminta aktivitas galian C di dusun setempat lebih dipantau lagi.

Menurut informasi kerusakan yang terjadi di tiga titik saluran sungai akan mendapatkan prioritas penanganan dari Pemda. Untuk memperbaikinya pemda akan mengkroyok dari APBD kabupaten, BWS, dan dana arpirasi dewan.

Sementara kondisi warga korban banjir kemarin di empat dusun berangsur-angsur pulih. MasihA� ada beberapa warga terlihat membersihkan rumah. Pelayanan A�pemerintah di Kantor Desa Labuan Tereng telah kembali normal.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar Tohri mengatakan warga dusun yang ingin mengurus dokumen kependudukan atau urusan lain sudah bisa dilayani. Hanya aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 1 Labuan Tereng masih diliburkan.

Sedangkan puing-puing tembok yang belum dibersihkan, Tohri mengaku sudah dibahas di Muspida bersama pimpinan SKPD. Bagaimana memberikan penanganan selanjutnya. a�?Tinggal sisa-sia puing-puing bangunan yang memerlukan alat berat,a�? imbuhnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka