Ketik disini

Metropolis

Roda Tiga Picu Masalah Baru

Bagikan

MATARAMA�– Rencana pengangkutan sampah dengan motor roda tiga masih menjadi polemik. Alih-alih membantu pengentasan sampah di lingkungan, motor roda tiga justru berpotensi memicu masalah baru.

“Memang harus hati-hati, tak bisa buru-buru,a�? kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, kemarin.

Dia mengatakan, rencana pengadaan kendaraan roda tiga di tiap lingkungan memang menjadi solusi jitu yang ditawarkan saat ini. Namun hal itu bisa saja memicu masalah baru jika tak direncanakan secara matang.

Sebelum benar-benar direalisasikan, ia meminta segala aspek teknis yang mengiringi keberadaan motor pengangkut itu harus dipikirkan masak-masak. a�?Setelah motornya datang, terus apa,a�? katanya melempar tanya.

Maksudnya adalah, pada siapa kendaraan itu diserahkan, siapa yang bertugas mengurusnya, dan tercatat di bagian mana, aset tersebut.

Dia juga mengingatkan untuk setiap motor perlu setidaknya satu operator. Dari mana mereka diadakan, siapa yang menggajinya, bagaimana pola kerja dan pembagian tugasnya.

Hal-hal kecil semacam itu, jika tak direncanakan matang, boleh jadi menciptakan masalah di kemudian hari. “Jangan anggap remeh biaya operasional itu,a�? Mohan mewanti-wanti.

Dia tak ingin, setelah nanti jadi diadakan, kendaraan-kendaraan itu justru mangkrak tak jelas pemanfaatannya. Jika hal itu sampai terjadi, tentu pemerintah yang akan kembali dipertanyakan. Boleh jadi kapasitas dan kapabilitas Pemkot Mataram jadi taruhannya.

“Makanya kalau memang belum fix, saya minta tunda dulu,a�? ucapnya.

Kendati sudah hampir pasti dianggarkan tahun ini, penundaan bisa saja dilakukan. Sembari itu, ia meminta segala hal teknis yang disebutkan itu dikaji dan dicarikan solusinya.

Ia memilih tak terburu-buru dalam mengatasi persoalan tersebut. “Kendaraan lama yang sudah ada juga jadi pelajaran,a�? ujar Mohan mengingatkan.

Ya, tahun sebelumnya motor roda tiga memang sempat diadakan. Hasilnya? Banyak masalah di sana dan sini. Berkaca dari pengalaman itu, ia meminta penanganan sampah dengan rencana pengadaan motor roda tiga ini lebih dikaji mendalam.

Persoalan sampah di Mataram memang belum bisa sepenuhnya terselesaikan. Bermula dari lingkungan, banyak sampah tak tertangani dengan baik.

Warga yang tak memiliki opsi, akhirnya memilih jalan pintas. Ada yang membuang di tanah kosong, membakar, mengubur, bahkan mengatasinya dengan memanfaatkan sungai.

“Memang masih ditemukan sampah di aliran sungai dan titik yang seharusnya steril,a�? kata Camat Selaparang Sudirman.

Selain melalui edukasi, ia menilai memang diperlukan penambahan personel dan armada. Bahkan pihaknya mewacanakan adanyaA� petugas khusus yang berjaga dibantaran seperti yang pernah dia terapkan di Kali Gedur ketika ia menjabat Lurah Ampenan Selatan dulu.

“Setiap jarak tertentu ada petugas yang siaga, saya kira itu bisa jadi salah satu opsi,a�? ujarnya.A�(yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka