Ketik disini

Kriminal

Siti Aisyah Bisa Kena UU ITE

Bagikan

MATARAM – Siti Aisyah, tersangka dugaan penistaan agama, akan mendapat tambahan pasal sangkaan. Petunjuk jaksa dalam berkas perkara Siti Aisyah menyebutkan, dia bisa dikenakan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kabidhumas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, tambahan sangkaan terhadap Siti Aisyah, berdasarkan perbuatan tersangka. Dimana dia memiliki sejumlah akun di media sosial untuk penyebaran ajarannya.

a�?Karena menyebarkan melalui internet, maka bisa dikenakan UU ITE,a�? kata Tri Budi, kemarin (30/3).

Menindaklanjuti petunjuk jaksa tersebut, dalam waktu dekat penyidik rencananya akan memanggil saksi tambahan. Saksi tersebut berasal dari ahli ITE.

a�?Ini masih dalam proses untuk penyelesaian petunjuk, secepatnya,a�? ujar dia.

Mengenai peran pihak lain, dalam membantu penyebaran ajaran yang dilakukan Siti, kata Tri Budi masih didalami penyidik. Termasuk peran anak kandung Siti Aisyah.

Sejauh ini, kata dia, anak dari Siti Aisyah membantu penyebaran melalui rumah mengenal Alquran. Hanya saja, apa yang dilakukan anaknya, atas perintah Siti Aisyah sendiri.

a�?Tapi kedepannya kita lihat, kalau memenuhi unsur, tentu bisa jadi tersangka,a�? tandasnya.

Diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB melaporkan Siti Aisyah akhir Januari lalu. Mereka melaporkan yang bersangkutan karena diduga menyebarkan ajaran tidak sesuai akidah Agama Islam.

Dalam penyidikannya, polisi telah meminta keterangan kepada sejumlah pihak terkait. Antara lain, ahli pidana, bahasa, dan agama, telah dipanggil polisi untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan penistaan agama.

Menurut pengakuan Aisyah kepada polisi, dia sempat belajar melalui sejumlah guru agama. Hanya saja, dia tidak pernah tuntas dalam mempelajari ajaran agama. Faktor ketidakpahaman dalam menangkap penjelasan dari guru agama, menjadi alasannya untuk berhenti belajar.

Kekosongan dan rasa penasarannya terhadap ajaran agama, membuat Aisyah mencari alternatif lain. Selanjutnya, secara otodidak dia belajar agama lewat internet. Lebih lanjut, indikasi pelanggaran berdasarkan fakta di lapangan, Aisyah berpotensi dikenai Pasal 156 huruf a dan Pasal 157 KUHP, tentang penistaan agama.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka