Ketik disini

Headline Selong

Makin Panas, Giliran Baliho Sunarpi Dirusak di Lombok Timur

Bagikan

SELONG-Tensi politik jelang Pilgub NTB dan Pilbup Lotim kian menghangat. Setelah aksi sindir menyindir di media massa dilakukan sejumla bakal calon kepala daerah, kini giliran aksi perusakan baliho yang terjadi. Baliho Rektor Universitas Mataram Prof Sunarpi yang ada di depan Kantor Bupati Lotim dirusak orang tak dikenal.

a�?Tadi malam (Kamis malam, Red) padahal masih utuh. Tapi nggak tahu tadi pagi tiba-tiba sudah seperti ini,a�? ujar Amirudin salah seorang warga yang biasa berada di Taman Rinjani Selong kemarin (31/3).

Padahal, baliho Sunarpi yang terpasang di depan Kantor Bupati Lotim ini dari keterangan Dinas LHK merupakan baliho yang sudah berizin. Sehingga, keberadaannya memang memenuhi syarat dan tidak menyalahi aturan yang ada. Sayang, tensi politik yang makin menghangat jelang Pilkada membuat cara berpolitik santun sudah mulai dilupakan masyarakat Lotim.

Sebelum aksi perobekan baliho Sunarpi, aksi serupa juga terjadi pada baliho Dr. Zulkieflimansyah di Taman Rinjani Selong dan juga baliho Bupati Lombok Tengah H Suhaili FT di Jenggik.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Mulki mengaku masih belum mengetahui pelaku perusakan. Menurutnya, kewenangan mengurusi baliho atau spanduk yang kian marak di Lotim menjadi tanggung jawab di Dinas Perumahan dan Pemukiman Lotim. Namun, Karena ini juga menjadi tanggung jawab lintas sektoral ia mengaku Dinas LHK juga kerap terjun langsung.

a�?Iya, sebenarnya Lotim ini memang tidak aman untuk baliho atau spanduk. Tapi tidak amannya hanya untuk spanduk atau baliho liar yang tidak berizin. Kalau dia berizin sebenarnya aman,a�? kata Mulki.

Sayang, untuk kasus perusakan baliho Rektor Unram Prof Sunarpi kemarin, Mulki mengaku masih belum mengetahui pelakunya. Namun ia menekankan kepada semua bakal calon kepala daerah baik Bupati maupun Gubernur NTB mengurus izin terlebih dahulu sebelum memasang baliho atau spanduk.

a�?Saya pernah cabut baliho Nasdem pas mereka mau Rakernas. Selama itu menyalahi RTH, kami tidak akan tinggal diam,a�? terangnya.

Termasuk juga spanduk maupun baliho Bupati Lotim Ali BD yang terpasang liar dan tanpa izin. Mulki mengaku tak pandang bulu. Ia telah berkirim surat kepada semua pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan baliho untuk mengurus izin terlebih dahulu di Dinas LHK atau Badan Pendapatan Daerah Lotim.

a�?Kalau medianya seperti billboard ada, silahkan pakai itu. Tapi karena billboard terbatas, pakai bambu atau kayu juga tidak masalah asalkan berizin,a�? pungkasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka