Ketik disini

Metropolis

Jangan Dibuang, Sayang!

Bagikan

MATARAMA�– Bok bekas telepon umum yang menggunakan koin masih tersebar di beberapa titik di Kota Mataram. Salah satunya di depan SDN 2 Cakranegara. Beberapa unit box-nya masih bagus.

Tetapi memang tidak bisa digunakan karena jaringan tidak tersedia.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram HL Junaidi, menyayangkan kalau unit-unit bekas telpon umum itu tidak dimanfaatkan.

a�?Kalau ini bisa dihidupkan lagi, saya rasa meminimalisir anak bawa ponsel ke sekolah bisa dikurangi,a�? ujar Junaidi.

Titik unit telpon umum ini, disebutkan banyak sekali tersebar di kota. Junaidi berharap, Telkom tidak mengambil langkah pemusnahan. Tetapi, mencari cara agar itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

a�?Kita bisa bangun pola kerja sama untuk hidupkan itu lagi,a�? tantangnya.

Junaidi meyakini, Telkom sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi, tidak akan kesulitan mengaktifkan telepon umum ini. Apalagi jika, telpon umumnya diberi sentuhan teknologi masa kini.

Misalnya, dengan dilengkapi monitor yang bisa menampilkan profil kota.a�?Bisa juga akses jaringan internet gratis untuk siswa, kerja sama bisa dengan sekolah atau dengan pemerintah, tinggal kita atur penganggarannya nanti,a�? sambungnya.

Apalagi dengan adanya konsep smart city yang kini tengah diupayakan pemeritah. Akses informasi yang luas, jaringan yang kencang, pengawasan sejumlah sudut jalan dengan kamera pengintai (CCTV), singkatnya digitalisasi kota, bisa terbantu dengan pemanfaatan fasiltias yang sudah tidak terpakai.

a�?Saya harap itu difungsikan lagi, tidak seperti saat ini dianggurkan begitu saja,a�? tandasnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Herman juga setuju telepon umum itu diaktifkan lagi. Bahkan bila perlu di-upgrade sistemnya agar lebih kekinian.

Tentu sangat disayangkan jika dibongkar. Apalagi dibiarkan hingga lapuk tertelan zaman. Langkah-langkah pemugaran bisa dilakukan.

a�?Sayang kalau dibongkar. Tetapi kalau dibiarkan begitu saja sepertinya tidak bagus juga,a�? kata Herman.

Ia menilai, alat itu masih sangat dibutuhkan saat ini. Terutama bagi anak-anak sekolah. Sejumlah lembaga pendidikan, juga tengah gencar mengampanyekan penggunaan positif alat komunikasi.

Dengan mengaktifkan telpon umum, akses mereka pada konten-konten negatif bisa dibatasi. Sementara untuk kebutuhan komunikasi, bisa menggunakan telpon koin.

a�?Tetapi tetap dengan menambah fitur teknologinya,a�? imbuhnya.

Fitur teknologi yang dimaksud bisa dengan menambah monitor informasi. Konten bisa diisi dengan pengetahuan seputar kekayaan budaya dan tempat wisata di Kota Mataram. Seperti wisata pantai, wisata religi, bangunan-bangunan bersejarah hingga kuliner Mataram.

a�?Kompensasinya, Telkom bisa berpromo di LCD itu,a�? ujarnya.

Layanan telepon koin juga bisa ditingkatkan teknologinya. Tidak hanya dengan uang receh, tetapi bisa dikembangkan ke voucher.

Sehingga penggunaanya bisa lebih fleksibel. Herman yakin di tengah gempuran teknologi ponsel yang sangat memanjakan umat manusia, ruang telepon umum masih terbuka.

a�?Setidaknya, ini masih layak untuk anak didik kita,a�? tandasnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka