Ketik disini

Headline

Pejabat Baru Harus Lebih Garang

Bagikan

MATARAMA�– Enam kepala dinas baru hasil penilaian Pansel Provinsi NTB akhirnya dilantik Wakil Gubernur H Muhammad Amin, di Gedung Sangkareang, kemarin (31/3).

Mereka adalah Madani Mukarom dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), HL Saswadi menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Dr Ashari dipilih sebagai Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan.

Aparatur dan Hukum, Ir Swahip diangkat menjadi Kepala Biro Administrasi Pengendalian Pembangunan (APP), Ahmad Masyuri menjadi Kepala Biro Kesra Provinsi NTB dan H Wirajaya Kusuma dilantik sebagai Kepala Biro Organisasi NTB.

Keenam pejabat ini telah melalui proses seleksi dan mengalahkan 39 pejabat lain yang ikut dalam tes seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Provinsi NTB.

Dari tiga nama yang diajukan, merekalah yang dipilih oleh gubernur untuk memimpin SKPD.A� Dalam pelantikan itu, pemprov juga melantik 57 pejabat eselon III dan 59 pejabat eselon IV untuk mengisi pos-pos yang masih kosong karena ditinggal pensiun.

Selain melantik, dalam acara itu Pemprov NTB juga menonjobkan 17 orang pejabat, terdiri dari 13 orang pejabat eselon III dan empat orang dari eselon IV.

Seperti Sekretaris Djoko Soepriyanto, Esra P Batubara dan Mapiaro kepala bagian di Biro APP, Ramlan Yugiarto kepala bidang perkebunan di Dinas Pertanian NTB, Syahrul kepala seksi di Dinas PU, Hari Sulistia Sugiharti Kasubag Umum Dinas Kesehatan, Jayadi kepala seksi di Dinas Perhubungan, dan Abdul Kadir kepala seksi di Dinas Koperasi UKM NTB.

Meski demikian, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Fathurrahman mengatakan, pemprov tidak menonjobkan pejabat tersebut, tapi karena mereka akan segera pensiun sehingga dipercepat.

Kemudian diisi pejabat baru agar roda organisasi berjalan lebih cepat. Mereka adalah pejabat yang akan pensiun dalam waktu satu dua bulan ke depan. Selama itu hak-hak mereka sebagai pegawai akan tetap diberikan.

a�?Supaya tidak terlalu lama kekosongan, karena mutasikan belum tentu akan segera dilakukan,a�? jelas Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian BKD NTB Raisah usai pelantikan.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin saat melantik meminta agar para kepala dinas yang baru agar lebih garang dan berani dalam mengambil kebijakan.

Khusus bagi kepala dinas LHK yang baru Madani Mukarom, Wagub Amin menekankan agar dia lebih berani seperti pendahulunya Hj Husnanidiaty Nurdin yang turun langsung ke hutan memberantas praktik illegal logging.

Meski seorang perempuan, tetapi ia berani keluar masuk hutan dan bertemu dengan binatang buas dan manusia buas yang merusak hutan. a�?Pak Madani Mukarom harus lebih berani dari ibu Eny,a�? pesan Amin.

Hal ini ditekankannya karena dampak kerusakan hutan sangat besar. Banjir dan bencana alam yang terjadi karena kerusakan hutan. Sepeti di Bima, banjir berulang kali melanda karena hutannya sudah gundul.

Dengan fakta-fakta ini, maka sebagai kepala dinas ia harus tegas menindak para pelaku, bila ada perusahaan yang nakal merusak hutan, maka ia meminta dinas mencabut izinnya. a�?Jangan ragu-ragu, cabut saja izinnya kalau merusak,a�? tegas Amin.

Demikian pula dengan aturan-aturan yang menghambat investasi harus dicabut agar pemodal bisa berinvestasi dengan mudah di NTB.A� Demikian juga masalah aset-aset yang telantar, jangan dibiarkan menganggur terlalu lama.

Terakhir, masalah kemiskinan, ia mengaku tidak lelah-lelahnya meminta kepada SKPD bersama-sama menekan angka kemiskinan. Termasuk menekan tingkat kesenjangan antara si miskin dan si kaya di NTB agar pembangunan menjadi merata.

Pada akhirnya, Wagub berharap dengan pelantikan ini, SKPD dapat menjalankan tugas-tugas yang diamanahkan dengan baik, semua itu pada ujungnya untuk mensejahterakan masyarakat.

Saat ini, birokrasi dituntut bekerja lebih baik dan melayani, maka setelah memiliki kepala dinas definitif fungsi organisasi berjalan maksimal.

Sementara itu, Kepala Dinas LHK NTB Madani Mukarom mengatakan, sesuai dengan arahan gubernur dan wakil gubernur, ia akan menindak tegas setiap pelaku pembalakan liar, serta pihak-pihak yang merusak hutan.

a�?Saya siap melakukan itu, dengan tegas dan sesuai dengan aturan yang berlaku,a�? katanya.Ia akan menjalankan tugas dengan profesional, tidak pandang bulu dan tidak memadang siapa-siapa dan aturan akan ditegakkan.

Jika sebelumnya ia kadang masih ragu mengambil kebijakan karena berstatus Plt, sekarang setelah definitif ia merasa bisa memegang kendali penuh dalam pengelolan hutan dan lingkungan hidup di NTB. a�?Saya harus jauh lebih ini (berani) dari Ibu Eny, sesuai arahan gubernur,a�? tegasnya. (ili/r7)

Komentar

Komentar