Ketik disini

Giri Menang

DPS Bertambah 12 Orang

Bagikan

GIRI MENANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Barat(Lobar) merilis jumlah peningkatan pemilih berkelanjutan pada semester II Tahun 2016 sebanyak 493.489 pemilih. Data tersebut disampaikan di acara Sosialisasi dan Koordinasi Layanan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan dii Kantor KPU Lobar, kemarin (4/4).

KPU mencatat penambahan baru 12 pemilih. Dari DPT pada Pilpres 2014 silam mencapai 493.475 pemilih.

“Penambahan itu berasal dari pemilih pemula, TNI, dan Polri yang masuk masa purnabakti,a�? terang Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri ketika memaparkan data tersebut di hadapan para tamu undangan.

Data tersebut dipastikan belum final. Kemungkinan bertambah masih ada. Sebab tahapan pemutakhiran DPT belum mulai. “Masih akan ada perubahan lagi kedepan,a�? ungkapnya.

Melalui pemutakhiran data, nantinya akan diputuskan jumlah DPT. Sejauh ini ada beberapa pemilih tetap di Lobar kehilangan syarat sebagai pemilih. Dengan alasan pindah tugas, pindah tempat tinggal dan meninggal. Sementara jumlah TPS pada Pilkada serentak 2018 telah diputuskan mencapai 1.180 TPS.

Mengacu Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota tidak ada perbaikan data DPT. Sehingga untuk pemutakhiran data hanya pemilih tambahan yang nantinya ditetapkan menjadi tambahan DPT.

Pada Pilkada Serentak 2018, bagi masyarakat yang belum perekaman e-KTP juga tidak bisa menggunakan hak pilih. Karena minimal masyarakat bisa menunjukkan surat keterangan (suket) pengganti e-KTP sementara.

Kabid Pelayanan dan Pendaftaran Kependudukan Dukcapil Lobar Agus Martimbang dalam kesempatan tersebut menjelaskan, jumlah masyarakat Lobar yang belum perekaman e-KTP saat ini mencapai 103. 819 jiwa. Dari jumlah wajib pilih 514.350 jiwa, sudah perekaman sebanyak 410.537 orang.

“Hingga akhir tahun kami masih akan melakukan perekaman dengan menyisir langsung,a�? imbuhnya.

Untuk data pemilih pada Pilkada serentak 2018 mendatang, pihak KPU Lobar akan menerima langsung dari Kementrian Dalam Negeri. Sebab seluruh data dari Dukcapil dikirim langsung ke Kemendagri.

Sementara Bupati Lobar H Fauzan Khalid menanggapi proses perekaman e-KTP dimana jumlah masyarakat belum merekam cukup tinggi. Bupati mengaku terkendala persoalan tehnis, mengalami keterbatasan alat rekam.

Terkait hal itu, bupati mengaku sudah berkrim surat ke Dirjen Dukcapil. Surat tersebut berisi permintaan bahwa pihaknya siap menganggarkan perbaikan alat. Namun pihak Dirjen Dukcapil menolak. “Jawabannya tidak boleh, karena itu aset. Kita diminta menunggu,a�? tandasnya.

Seperti diketehui, Dukcapil Lobar memiliki 22 unit alat rekam. Tapi 11 diantaranya rusak berat. Alat rekam tersebut tersebar di 10 kecamatan di Lobar. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka