Ketik disini

Headline Selong

Kades Protes Pengurangan Jatah Raskin

Bagikan

SELONG-Sejumlah kepala desa (Kades) protes kepada Pemkab Lombok Timur (Lotim). Para kades mempertanyakan kebijakan pemerintah yang mengurangi jatah beras mikin (Raskin) atau beras sejahtera (Rastra) ke desa yang berkurang tahun ini. Pengurangan jatah raskin tidak hanya akan menimbulkan masalah bagi kepala desa, namun juga akan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Kok bisa jatah di desa kami dikurangi sampai ratusan karung. Katanya jatah tahun ini secara keseluruhan di kabupaten bertambah, apanya yang nambah jatah kami malah dikurangi,” beber Kepala Desa Jeruk Manis Abdul Muis di sela-sela sosialisasi pembagian jatah raskin di Aula Kantor Bupati, kemarin (4/4).

Selain itu, mekanisme pembagian raskin tahun ini dinilai lebih rumit. Dimana, warga diminta lebih dulu membayar sebelum menerima bantuan raskin. Harga A�1 kilogram raskin saat ini dibanderol Rp 1.600. Dengan satu karung berisi 15 kilogram beras. Sayangnya aturan pembagian raskin tahun ini beras yang ada di dalam karung tak boleh lagi dibagi. Karena beras tersebut diperuntukkan bagi satu kepala keluarga penerima manfaat.

“Warga pasti ribut kalau berasnya nggak boleh dibagi. Apalagi dengan jatah yang semakin sedikit. Kalau ada gotong royong, warga yang dapat raskin aja yang mau ikut,” beber Muis.

“Dengan jatah yang sebelumnya saja kami kesulitan mengatur, apalagi sekarang jatah kami dikurangi dengan mekanisme seperti ini,” sambungnya.

Selain Kades Jeruk Manis, Kades Masbagik Utara Baru Khaerul Ihwan juga mengungkapkan demikian. Ia mempertanyakan apa indikator Pemkab Lotim sehingga mengurangi jatah pembagian raskin di desanya.

“Kami yang awalnya dapat 984 penerima manfaat kini menjadi 784. Ini tiba-tiba kami dikurangi jatahnya, dasarnya apa? Makanya ini akan kami pertanyakan,” katanya.

A�Padahal, A�kata dia, para kades menjelaskan bahwa jumlah kepala keluarga (KK) di desa setiap tahun di Lotim bertambah. Otomatis kebutuhan akan beras sebagai makanan pokok juga ikut bertambah.

Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Lombok Timur Nuso Pranoto menjelaskan bahwa tahun ini total 138.363 warga menerima manfaat bantuan raskin. Jumlah ini bertambah 390 penerima dari tahun sebelumnya.

a�?Dari data Pemkab Lotim, memang ada sepuluh kecamatan yang mengalami penurunan jumlah penerima bantuan dan sepuluh kecamatan mengalami penambahan,a�? terangnya.

Terkait adanya perubahan data penerima ini, Nuso menjelaskan bahwa data tersebut berdasarkan hasil survei pihak Badan Pusat Statistik (BPS). A�Dengan demikian, kekurangan di kecamatan atau desa lain otomatis dialihkan ke kecamatan yang dinilai lebih layak untuk menerima bantuan raskin.

a�?Kami hanya menyalurkan saja sesuai data yang ada,a�? ucapnya.

Sesuai dengan aturan yang ada tahun ini, Nuso juga membenarkan bahwa sistem pembagian raskin dilakukan dengan cara pay and carry. Penerima manfaat memang diharuskan membayar terlebih dulu baru bisa mengambil raskin.

a�?Ya semua memang sudah diatur seperti itu,a�? jelasnya. (ton

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka