Ketik disini

Pendidikan

PLN Kembali Matikan Listrik

Bagikan

MATARAMA�– Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK di hari kedua kemarin (4/4) masih diwarnai listrik padam. Hal ini menimpa SMKN 1 Gunungsari, Lombok Barat yang kemarin dipantau langsung Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin.

Pada saat siswa sedang menjawab soal ujian, listrik tiba-tiba padam dan komputer pun mati. Sontak peristiwa itu membuat para siswa panik. Pihak sekolah juga gugup. Kondisi itu terjadi selama lima menit, sampai akhirnya listrik kembali menyala.

a�?Kami langsung hubungi PLN di 123, beberapa saat kemudian listrik menyala,a�? kata Kepala SMKN 1 Gunungsari H Safruddin.

Menurutnya, padamnya lampu memang membuat panik, tapi tidak sampai mengganggu pelaksanaan UN. Pihak sekolah sebetulnya sudah menyediakan mesin genset. Tapi mesin itu dipakai apabila listrik mati sampai 10 menit.

Padamnya lampu juga tidak membuat siswa harus mengulang dari awal, karena sistemnya peserta akan mendapat tambahan waktu tambahan bila listrik mati. Di SMKN 1 Gunungsari, disediakan lima server untuk mencover 63 komputer yang digunakan untuk ujian.

Safruddin menyebutkan, jumlah peserta UNBK di sekolahnya sebanyak 187 siswa, terdiri dari 153 siswa SMKN 1 Gunungsari, 20 siswa dari SMK Baitul Hidayah Montong, dan 14 orang dari SMK Kesehatan Asyifa. Mereka dibagi menjadi tiga gelombang, dari pukul 07:30 Wita hingga 16.00 Wita.

Kemarin, pelaksanaan UN di hari kedua dipantau langsung Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB H Muhammad Suruji meninjau pelaksanaan ujian di beberapa sekolah seperti SMKN 7 Mataram, SMK PP Mataram, SMKN 1 Lingsar, SMKN 1 Gunung Sari dan SMKN 1 Batulayar.

Saat meninjau SMKN 1 Lingsar, Wagub mengatakan, secara keseluruhan proses pelaksanaan ujianA� berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ia berharap kondisi ini terus terpelihara sampai UN selesai. Meski sempat diwarnai mati lampu, kata dia, tidak sampai merugikan siswa. Hanya saja ia meminta kepada PLN untuk lebih antisipatif, jangan sampai ada pemadaman selama UNBK berlangsung. Karena hal itu akan memmengaruhi psikologi siswa. Untuk itu, ia meminta kepada PLN memberikan antensi khusus untuk hal ini.

a�?Kita tidak ingin pemadaman-pemadaman ini mengganggu UNBK,a�? katanya.

Wagub berharap, kualitas UNBK tahun ini meningkat, nilai rata-rata ujian nasional harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan prestasi siswa kata dia, sangat penting untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran. Meski demikian, yang jauh lebih penting adalah kejujuran. Menurutnya, kejujuran harus ditanamkan sejak dini, termasuk dalam proses peningkatan prestasi, karena generasi muda ini merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan. Sehingga UNBK juga harus dilakukan dengan cara-cara yang jujur, dengan harapan akan lahir calon pemimpin yang berintegritas.

a�?Nilai-nilai keujuran inilah yang akan membentuk karakter siswa kita dan menajdi pemimpin di masa depan,a�? katanya.

Ia meminta Dinas Dikbud NTB melakukan evaluasi, dan memastikan segala fasilitas pendukungA� dapat dipenuhi. Sedangkan bagi sekolah sekolah yangA� masih melaksanakan ujian nasional dengan pensil dan kertas diharapkan tahun depan sudah melaksanakan UNBK.

a�?Kita ingin ujian di kota maupun di desa-desa setara,a�? ujarnya.

Jumlah peserta ujian SMK se-NTB tahun 2017 sebanyak 17.836 siswa , terdiri dariA� 10.416 siswa atau 7,9 persenA� masih ujian menggunakan kertas, dan 16.420 siswa atau 92,06 persen UNBK. Sedangkan jumlah SMKN dan SMK swasta se-NTB sebanyak 258 sekolah, terdiri dari 201 sekolah atau 77,90 persen telah melaksanakan UNBK, sedangkan 57 sekolah atau 22,17 persen masih melaksanakan ujian secara konvensional.

Sementara itu terpisah, Kabid Dikmen SMK H Lalu Hasbulwadi mengatakan, pada hari kedua UN pihaknya tidak mendapat laporan sekolah mendapat masalah. a�?Semua berjalan sesuai POS UN,a�? ucapnya.

Terkait masih adanya pemadaman listrik ia juga bingung. Padahal kata dia, Dikbud sudah bersurat ke PLN untuk tidak melakukan pemadaman selama ujian berlangsung.

Kedepan ia akan meminta sekolah menyiapkan genset untuk mengantisipasi mati lampu. Sehingga nantinya konsentersi siswa tidak buyar saat terjadi pemadaman. Sementara untuk UNBKP sendiri lanjut Hasbul, tidak ada laporan kekurangan naskah dan lembar jawaban kerja (LJK) dari sekolah. a�?Semuanya lengkap, tidak ada kekurangan,a�? ucapnya.

Terpisah Kepala SMKN 1 Sekotong Lombok Barat H Muhtar mengungkapkan, UNBK di sekolah yang dipimpinnya hanya ada gangguan sinyal, tapi itu tidak lama. a�?Hanya beberapa menit tidak ada sinyal, namanya juga kita pakai modem,a�? ucapnya.

Sejauh ini lanjut dia, selama dua hari pelaksanaan UNBK tidak ada gangguan serius di sekolah, semua berjalan lancar. Kalau pun ada gangguan sinyal tidak begitu lama. Ia berharap kondisi seperti ini bisa sampai Kamis (6/4) mendatang. a�?Apa yang kami khawatirkan mudahan tidak terjadi,a�? ujarnya.

Muhtar hanya takut jika terjadi mati lampu. Ujian tidak akan berjalan karena tidak ada sinyal. a�?Jika komputer saja yang mati bisa diatasi dengan adanya genset,a�? katanya.

Ujian di Mobil

Sementara itu, kemarin, karena Sakit, Fatmawati, siswi SMKN 2 Mataram mengikuti UNBK dari dalam mobil. Siswi kelas XII ujursan Administrasi Perkantoran (AP) ini tetap masuk ujian meski pinggangnya patah akibat kecelakaan.

Di dalam mobil Kijang Toyota warna merah yang diparkir di depan kelas, Fatmawati duduk seorang diri. Ditemani sebuah laptop, Ia berselonjor dengan kaki sebelah kiri nampak membengkak. Seutas kabel server warna biru menyambungkan laptop hitam itu dengan server koputer di laboratorium sekolah, tempat siswa lainnya menjawab soal ujian.

Tidak ada raut kesedihan di wajah Fatmawati, ia terlihat tenang dan ramah senyum. Sebelum ujian, beberapa temannya mengerubuti, melihat kondisinya untuk menunjukkan simpati. Bahkan beberapa orang guru dan petugas sekolah membantunya untuk menghidupkan laptop. Ia menjadi spesial hari itu karena menjadi pusat perhatian.

Fatmawati mengaku, dirinya tetap semangat karana pihak sekolah, guru dan teman kelas memberikan suport moril kepada dirinya. Hal itu membuatnya tidak malu datang ke sekolah. Meski masih dalam proses penyembuhan tapi ia tetap bisa ikut ujian seperti temannya yang lain.

Dalam menjawab soal ia pun tidak kesulitan sama sekali, karena tangannya masih bisa digerakkan. Hanya saja, bagian pinggang dan kakinya yang sulit digerakkan sehingga tidak bisa masuk ke kelas dan duduk seperti siswa lainnya di atas bangku. Ia harus dipapah dan duduk berselonjor karena kakinya masih kaku.

Karena mendapat gilirian ujian pada gelombang terakhir, pada pukul 14.00 a�� 16.00 Wita, ia merasa lebih mudah. Gadis murah senyum ini mengaku bisa mengatur jadwal belajarnya. Selama di rumah, ia pun tetap bisa membaca dan mempelajari buku-buku paket yang dipinjam di sekolah.

a�?Kalau belajar sama sekali tidak terganggu, masih bisa,a�? katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Mataram Hudri Ahmad menjelaskan, Fatmwati mengalami kecelakaan dua minggu sebelum ujian dilaksanakan. Ia kecelakaan dalam perjalanan saat akan menjengung keluarganya yang sakit di Lembar menggunakan sepeda motor. Tapi di tengah jalan ia kecelakaan dan menyebabkan tulang bagian pinggangnya patah. Ia pun menjalani terapi pengobatan di Malimbu, Lombok Utara. Tapi karena sudah memasuki UNBK, pihak sekolah minta agar dia pulang ikut ujian.

a�?Kita pihak sekolah yang antar jemput agar bisa ikut ujian,a�? katanya.A� (ili/jay/r8)

Komentar

Komentar

Tags:
Sebelumnya

Anda mungkin juga suka