Ketik disini

Headline Metropolis NASIONAL

Selangkah Lagi Maulanasyaikh Jadi Pahlawan Nasional

Bagikan

JAKARTAA�– Selangkah lagi, mimpi warga NTB untuk memiliki figur pahlawan nasional sepertinya bakal terwujud. Hal ini menyusul apresiasi khusus pemerintah pusat atas permohonan penganugerahan gelar pahlawan A�nasional kepada Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Pancor.

Bahkan Wakil Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla (JK) secara khusus menyatakan dukungan pemberian gelar pahlawan nasional bagi pendiri Ormas Nahdlatul Wathan (NW) tersebut.

a�?Syarat pahlawan nasional, ada yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa. Kalau tidak dikenal, kita tidak hadir di sini,a��a�� ujar Wapres di hadapan ratusan peserta Seminar Nasional Dari Nahdlatul Wathan untuk Indonesia, Jejak Perjuangan Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (1904-1997) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun, Rabu (5/4) siang.

Seperti diketahui Tuan Guru Pancor merupakan sosok ulama pejuang dari Pancor, Lombok Timur (NTB). Sepulang menimba ilmu dari Makkah tahun 1934 ia mendirikanA� Pesantren Al Mujahidin sebagai basis perjuangan.A� Dengan dukungan masyarakat yang semakin luas 22 Agustus 1937 ia mendirikan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Ini adalah cikal bakal Ormas Nahdlatul Wathan (NW) yang hingga kini menaungi ribuan lembaga pendidikan di sejumlah daerah di Indonesia.

Selain itu ia dan para santri membentuk Gerakan Mujahidin sebagai wadah perlawanan terhadap penjajah. Salah satu aksi yang ia inisiasi adalah serbuan ke markas NICA di Selong, Lotim pada 7 Juli 1946.A� Sayang dalam pertempuran itu ia harus kehilangan sejumlah santri dan seorang adik kandungnya TGH Muhammad Faisal. Mereka gugurA� dan dimakamkan di TMP Rinjani Selong.

a�?Karena itulah menjadi pahlawan nasional bagi yang kita semua hadir di sini untuk menggambarkan apa yang telah dicapai (Tuan Guru Pancor),a�? sambungnya.

Lebih dari itu JK menilai sudah sepantasnya warga NTB memiliki figur yang dianugerahi gelar pahlawan nasional. Hal ini mengingat sebagai bagian dari Sunda Kecil hanya NTB yang belum memiliki sosok pahlawan nasional. Sementara Bali dan NTT telah lebih dulu memiliki.

a�?Jadi patutlah kita hargai (sebagai pahlawan),a�? sambungnya.

Sementara itu di lokasi yang sama Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengenang Tuan Guru Pancor sebagai sosok yang nasionalis religius yang melampaui zamannya. Visinya tentang kebangsaan terlihat dari ormas Nahdlatul Wathan (NW) yang dibidaninya. Ormas ini terus tumbuh dan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya membangun kesadaran kebangsaan Indonesia melaluiA� pendidikan .

a�?Kami berharap, ikhtiar ini bisa berujung dengan pengakuan pemerintah kepada beliau sebagai pahlawan nasional. Supaya NTB punya pahlawan nasional,” ujar dia.

Dalam seminar tersebut sejumlah tokoh hadir memberi testimoni tentang bagaimana perjuangan Tuan Guru Pancor. Di antaranya Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Mantan Ketua DPD RI Farouk Muhammad, Mantan Ketua MK Hamdan Zoelfa, Mantan Gubernur NTB Harun Al Rasyid, Mantan Bupati Lotim Brigjen TNI (pur) H Abdul Kadir dan lainnya.

a�?Bagi saya tidak ada alasan pemerintah untuk tidak memberi gelar pahlawan nasional bagi Tuan Guru Zainuddin Abdul Madjid,a�? ujarA� Fahri Hamzah.

Karena itulah Fahri mengaku siap secara pribadi maupun selaku pimpinan DPR RI ikut mempercepat agar Maulanasyaikh segera mendapatkan gelar Pahlawan. Bahkan Fahri meminta Pemprov NTB untuk membuat sebuah film tentang perjuangan Maulanasyakih agar bisa menjadi sumber inspirasi bagi generasi selanjutnya. a�?Harus segera itu,a�? tegas Fahri.

Sementara Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa berhalangan hadir dalam seminar tersebut. Hanya saja ia, menitipkan sambutannya yang dibacakan olehA� Direktur Kepahlawanan,Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kemensos, Hotman. Dalam sambutan itu Khofifah mengapresiasi usulan tersebut. Pihak Kemensos kini tengah menunggu kelengkapan administrasi pengusulan itu. Kelak berkas-berkas tersebut akan dikaji oleh tim penilai sebelum kemudian diserahkan ke presiden untuk penetapan gelar.

a�?Kami menerima dengan baik jika telah memenuhi segala persyaratan administrasi,a�? ujarnya.A�(zul/r2/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka