Ketik disini

Pendidikan

Kasus SDN 9 Ampenan Harus Menjadi Pembelajaran

Bagikan

MATARAMA�– Perkelahian murid SDN 9 Ampenan yang tersebar di media sosial (medsos) mencoreng dunia pendidikan Kota Mataram. Murid yang duduk di kelas II saling pukul saat berada didalam kelas. Lalu kemanakah guru pada saat jam itu?.

Informasi dihimpun koran ini, murid yang adu jotos ini tanpa sepengetahuan guru. Waktu itu, guru tidak ada dalam kelas sehingga terjadi perkelahian. Kini, masalah ini A�sudah tidak ada masalah. Kedua orang tua dan sekolah sudah berkomunikasi terkait permasalahan ini, dan memilih jalan damai.

Kabid Dikdas Dikbud Kota Mataram HL Mohammad Sidik mengatakan, kejadian ini memang sengaja disembunyikanA� pihak sekolah. Kepala SDN 9 AmpenanA� Siti Maani tidak ingin kejadian ini terendus pihak luar. a�?Saya kaget mendengar ada video perkelahian murid ini dan langsung menelpon kepala SDN 9 Ampenan Siti Maani,a�? kata Sidik.

Ia mengatakan, kasus ini sudah diselesaikan pihak sekolah. Orang tua memilih memindahkan anaknya ke sekolah lain. Dari laporan kasek, kejdaian ini A�terjadi ketika gurunya sedang di kamar mandi. Sekolah tidak bisa mengurus anak satu-persatu. a�?Namanya anak-anak harus kita pahami,a�? ucapnya.

Adanya kejadian ini lanjut Sidik, jadi pembelajaran bagi guru agar mereka lebih berhati-hati di sekolah. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi di sekolah lain. Sidik juga A�akan datang ke sekolah tersebut untuk mencari tahu seperti apa kronologis hingga kejadian ini bisa terjadi. a�?Murid ini harus tetap dalam pengawasan guru, apalagi di dalam kelas ,a�? tutupnya.

Terpisah Kepala SDN 9 Ampenan Siti Maani tidak ada ditempat saat diminta tanggapannya. Salah seorang guru mengatakan kasek lagi rapat di Kantor Wali Kota Mataram. (jay/r7)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka