Ketik disini

Pendidikan

LAPTOP HILANG UNBK TETAP LANCAR

Bagikan

MATARAMA�– Sebanyak 9 unit laptop di SMKN 8 Mataram digondol maling. Hal tersebut sempat mengganggu jalannya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Beruntung akhirnya pihak sekolah mendapat pinjaman laptop para guru. Sehingga ujian online berjalan sesuai rencana. a�?Kita meminjam laptop guru, bahkan laptop saya juga saya pakai UNBK. Alhamdulillah ujian berjalan dengan baik,a�? kata Kepala SMKN 8 Mataram Kun Andrasto, kemarin (4/4).

Kun mengatakan, peristiwa pencurian komputer tersebut terjadi Jumat (31/3) lalu. Waktu itu kata dia, gembok ruang tempat pelaksanaan UNBK terbuka. Setelah dicek, laptop yang jumlahnya 21 unit ditempat tersebut tidak ada sembilan unit. a�?Ini kejadiannya siang hari,a�? ucapnya.

Peristiwa pencurian ini langsung dilaporkan ke Polsek Mataram . Ia sudah membuat laporan terkait jenis laptop yang hilang tersebut. a�?Sekolah akan bertanggungjawab atas hilanganya laptop siswa ini,a�? kata Kun.

Kini lanjut dia, yang terpenting siswa bisa melaksanakan ujian dengan lancar. Bagaimanapun siswa harus tetap ujian agar mendapat ijazah untuk bisa melanjutkan atau mencari kerja.

Kejadian ini juga sudah dilaporkan ke Dikbud NTB yang langsung direspons cepat dengan mendapat bantuan dua server.

Ia menjelaskan, sejauh ini pelaksanaan UNBK tidak ada masalah. Peserta UN yang jumlahnya 121 dari jurusan, yakni keperawatan dan farmasi mengikuti ujian dengan lancar. a�?Fasilitas dan jaringan tidak ada masalah,a�? ucapnya.

Peserta UN dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama mulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 10.00 Wita, sesi kedua mulai pukul 11.00 Wita sampai pukul 13.00 Wita, dan sesi ketiga mulai pukul 14. 00 Wita hingga pukul 16.00 Wita. a�? Di tiga sesi lancar semua , tidak ada kendala sedikit pun,a�? tutupnya.

Sementara itu Waka Kesiswaan SMKN 8 Mataram Azizuddin mengatakan, sampai hari kedua pelaksanaan UNBK di sekolah tidak ada kendala. Semua siswa melaksanakan UN tanpa ada hambatan. Kekurangan komputer karena digondol maling sudah diganti dengan laptop guru. Disebutkannya, 121 siswa yang ikut ujian ini terbagi dalam dua ruang. Masing-masing ruang diisi 21 unit komputer. a�?Kita juga menyiapkan dua komputer cadangan untuk mengantisipasi kerusakan,a�? kata dia. (jay/r7)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka