Metropolis

Mohan Warning Sekolah dan Komite

MATARAMA�– Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana memberi peringatan keras kepada seluruh sekolah dan komite sekolah. Pungutan liar (pungli), termasuk iuran tanpa payung hukum harus dihindari.

Mohan mengaku tidak ingin ada sekolah di Mataram yang berhadapan dengan hukum. “Ini serius, bukan main-main!a�? tegas Mohan.

Pihak sekolah dan komite diingatkan memahami betul apa dan bagaimana pungli itu. Mereka tidak boleh lagi memandang remeh persoalan ini. Sebab, pungli tidak hanya menjadi perhatian daerah, tetapi secara nasional. “Pahami regulasi,a�? tekannya.

Jangan sampai, karena keinginan besar menyiapkan fasilitas memadai untuk pendidikan anak didik, membuat sekolah dan komite menabrak aturan-aturan yang ada.

Aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, harus jadi acuan penyelenggaraan pendidikan.

“Itu juga harus jadi acuan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lain dari masyarakat,a�? terangnya.

Harus ada persepsi sama, antara sekolah dengan komite. Pemahaman sama ini penting, sehingga, tidak ada yang terjerumus melakukan kekeliruan.

“Juga harus sama dengan guru, dinas, tim saber pungli dan semua pihak terkait,a�? tegasnya.

Pungli disebut persoalan kronis. Dalam retorikanya, praktik pungli disebut dapat merusak sendi kehidupan bernegara.

Penanganan tegas memang perlu dilakukan. Pemerintah dari atas sampai ke bawah, sudah melakukan upaya pemberantasan dengan membentuk Satgas Saber Pungli. “Ini untuk memastikan Pungli dapat hilang secara tuntas,a�? urainya.

Peringatan dini pada guru dan komite adalah langkah antisipatif. Mohan meminta mereka lebih hati-hati membuat kebijakan. Apalagi yang berkaitan dengan pungutan.

Selain itu, mentaati kebijakan pemerintah tentang Saber Pungli. a�?Tetapi ini bukan berarti membatasi kreativitas sekolah,a�? tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMP 18 Mataram Salman, merespons positif adanya aturan-aturan terkait pungli.

Ia yakin, pengawasan Saber Pungli di lingkungan pendidikan, akan membuat pihak sekolah mindsetnya bergeser ke kualitas pendidikan.

“Saya lihat ini positif, pihak komite dan sekolah tentu akan mencari cara-cara yang lebih tepat, tanpa harus melanggar aturan,a�? kata Salman.

Dana itu bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah, dengan mengesampingkan niatan komersialisasi lembaga pendidikan.

Salman yakin, peringatan dari Saber Pungli sangat konstruktif. “Saya rasa ini akan diterima dengan baik, oleh sekolah, komite dan orang tua wali murid,a�? tandasnya. (zad/r5)

Related posts

Ratusan Ribu Warga Merana, Tapi Anggaran Seadanya

Redaksi Lombok Post

Wagub Instruksikan Inspektorat

Iklan Lombok Post

Fiskal NTB Kategori Rendah Lho!

Redaksi Lombok Post