Ketik disini

Metropolis

Ongkos Haji NTB Rp 38 Juta

Bagikan

MATARAMA�– Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) embarkasi Lombok tahun 2017 ditetapkan sebesar Rp 38.239.100. Hal ini sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Penetapan BPIH tahun 1438 H/2017 M. ONH tahun ini naik Rp 510.139 dibandingkan ongkos tahun sebelumnya Rp 37.728.961.

Sementara jika dibandingkan dengan daerah lain, ongkos embarkasi Lombok merupakan tertinggi kedua setelah Embarkasi Makassar yang mencapai Rp 38,9 juta.

a�?Besok kita sudah mulai sosialisasi ONH untuk Embarkasi Lombok,a�? kata Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag NTB H Maa��ad Umar melalui sambungan telepon kepada Lombok Post, kemarin.

Maa��ad kemarin mengaku sedang berada di Makassar, terkait pertemuan penyelenggaraan haji tahun 2017. Dalam pertemuan yang dihadiri seluruh perewakilan Kanwil Kemenag seluruh Indonesia tersebut, kata Maa��ad, Menteri Agama menegaskan bahwa sesungguhnya biaya ibadah haji tidak naik. Tetapi ada beberapa tambahan layanan yang akan diberikan Kementerian Agama kepada jamaah haji.

Seperti tambahan makan bagi jamaah haji, kemudian tenda yang ada di Arafah diupgrade pemerintah RI. Bahan tenda akan lebih bagus dan akan dilengkapi dengan kipas angin yang lebih bagus. Selain itu, pemerintah juga akan mengupgrade layanan transportasi haji jamaah Indonesia.

Maa��ad menjelaskan, semua sarana itu baik bus maupun tenda disediakan pemerintah Arab Saudi. Karena kualitasnya standar, maka pemerintah Indonesia meminta agar diperbaiki dengan yang lebih bagus. Agar diberikan fasilitas yang lebih baik, maka biayanya juga ditambah Arab Saudi.

a�?Kita kasi tambahan dana tapi kita dikasi bus yang lebih layak, gitu,a�? jelas Maa��ad.

Artinya dengan kenaikan ini, menurutnya BPIH tidak naik tetapi pemerintah menambah atau meningkatkan pelayanan. Terhadap perubahan harga ini, pihaknya tentu harus melakukan sosialisasi ke masyarakat, sekaligus agar mereka segera melakukan pelunasan.

Untuk pelunasan BPIH dibagi menjadi dua gelombang, tahap pertama tanggal 10 April sampai dengan 5 Mei, kemudian tahap kedua tanggal 22 Mei sampai 2 Juni. Tahap pertama adalah untuk JCH yang punya porsi berangkat dan belum haji.

Sementara tahap kedua dilaksanakan apabila di tahap pertama ada yang tidak melunasi. Dan dialokasikan untuk orang berstatus haji yang punya porsi berangkat tetapi tidak muncul di tahap pertama, orang yang ditolak sistem, artinya yang bersangkutan mestinya melunasi di tahap pertama tapi namanya tidak muncul akibat kendala sistem.

Bagi lansia umur 75 tahun, paling lambat lahir 28 Juli 1942 dan telah terdaftar tahun 2014. Jika lansia memerlukan pendamping, mereka boleh didampingi saudara, anak atau isteri, dibuktikan dengan akta kelahiran dan kartu keluarga (KK), dan pendamping juga telah terdaftar tahun 2014. Sementara penggabungan suami isteri dilakukan dengan syarat salah satu dari mereka melunasi tahun ini dan yang menggabung telah terdaftar tahun 2014.

Maa��ad menambahkan, tahun 2017 ini, Provinsi NTB akan memberangkatkan sebanyak 4.476 JCH, dari total 221 ribu jamaah se-Indonesia. Jatah 221 ribu itu terdiri dari 17 ribu jamaah ONH plus, 104 ribu JCH regular, dari 104 itulah NTB mendapat jatah 4.476 ditambah 38 orang tim pendamping haji daerah (TPHD), tahun lalu TPHD disubsidi tapi sekarang tidak lagi, sebab jumlah mereka mencapai 1.500 orang.

Jika mereka semua disubsidi,maka bisa mencapai Rp 24 miliar. Sementara terkait pengurusan paspor JCH NTB, untuk Pulau Sumawa sudah mencapai 99 persen, di Pulau Lombok sudah mencapai 70 persen. (ili/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka