Ketik disini

Giri Menang

Pejabat Wajib Pakai Produk Lokal

Bagikan

GIRI MENANGA�– Pemerintah Kabupaten Lombok Barat telah mencanangkan program a�?Ayo Pakai Produk Lokala�? guna mendorong masyarakat mencintai dan menggunakan produk lokal.

Agar produktivitas dan daya saing pelaku usaha mampu menguasai pasar domestik, pemkab bahkan akan mewajibkan seluruh SKPD menggunakan produk lokal. Terutama para pejabat.

Baik itu produk pangan maupun non pangan. Launching program tersebut diagendakan berlangsung Jumat (7/4) mendatang di Taman Kota Giri Menang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar Agus Gunawan menjelaskan, program a�?Ayo Pakai Produk Lombok Barata�? adalah gerakan untuk memakai dan mensiarkan produk lokal.

Hal ini untuk mendorong dan mengembangkan potensi produk lokal yang ada. Tentunya produk lokal yang telah memiliki ijin P-IRT (ijin industri pangan) dan sudah memiliki sertifikat halal serta berstandar nasional. a�?Ini bukan hanya selebrasi (seremonial), tapi kita buat konkrit,a�? terangnya, kemarin (5/4).

Setelah launching, selanjutnya disiapakan intruksi bupati kepada seluruh birokrasi, termasuk BUMD dengan stakholder di Lobar wajib untuk memakai produk lokal. Selain itu, secara bertahap produk tersebut akan dipasarkan melalui ritel-ritel modern seperti Indomart, Alfamart, dan Hypermart.

“Ada surat edaran Sekda juga (mewajibkan) kepada semua SKPD,a�? jelasnya.

Pemerintah dalam hal ini Disperindag tidak ingin setengah-setengah membantu IKM yang ada memasarkan produknya. Selain akan masuk ritel modern,A� produk tersebut akan dipasarkan melaui media online.

Disperindag telah menyiapkan semacam katalog dengan informasi pangan Lombok Barat. Nantinya konsumen akan mendapat banyak informasi seputar produk yang dipasarkan melalui rumah pemasaran online dibuatkan khusus.

“Misalkan ini kopi berkah, sudah ada sertifikat, P-IRTnya, lokasinya di sini, harganya sekian. Tapi dia dapat dimana nanti kan bingung,a�? ujar mantan Kadis Kehutanan itu.

Pemerintah daerah, kata dia, juga akan mempelopori program tersebut dengan cara menggunakan produk lokal dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Pihaknya ingin sebelum ke masyarakat, program tersebut berjalan sukses di lingkup pemerintahan. “Mulai dari pimpinan dulu. Nanti Pak Bupati, Pak Sekda, DPRD hingga camat,a�? katanya.

Setali tiga uang, dalam kegiatan launching program tersebut akan disiapkan pula pasar murah bagi masyarakat. Disperindag ingin membantu masyarakat.

Pasar murah tersebut akan dipusatkan di tiga titik. Yaitu, di Kecamatan Gerung, di Taman Kota, Gunungsari di Pasar Bajo, dan Narmada di Pasar Narmada. Pihak Disperindag akan bekerja sama dengan ritel modern di Lobar.

Dalam pasar murah itu, akan ada diskon kepada masyarakat. “Ke depan kita agendakan roadshow di 10 kecamatan,a�? ujar Agus.

Adapun produk yang ditawarkan di pasar murah tersebut A�adalah sembako murah. Akan ada 20 sampai 30 stan disiapkan. Baik produk pangan maupun non pangan.

Perlu diketehui, Kabupaten Lombok Barat menjadi salah satu kabupaten yang memiliki jumlah IKM terbanyak di NTB. Jumlahnya diperkirakan mencapai 10 ribuan IKM formal dan nonformal. Namun yang baru terdata sekitar lima ribuanh yang bergerak dibidang pengolahan dan bagian perdagangan.

Selain terkendala pemasaran, permasalah lain para IKM adalah kesulitan mendapat ijin dan label halal. Pihak Disperindag akan membantu secara bertahap untuk mengurus sertifikat jual tersebut.

a�?Permasalahnya ijin P-IRT dan sertifikat halal agak lama, karena banyak prosedur yang dilewati. Tapi pihak Dispreindah akan membantu menshorcut, untuk mempermudah IKM,a�? tandas Agus. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka