Ketik disini

Metropolis

Lombok Post Raih Penghargaan Gubernur

Bagikan

MATARAMA�– Sebagai media pertama dan terbesar di NTB, harian Lombok Post dinilai memberi kontribusi besar dalam hal mengawal program penanggulangan kemiskinan di NTB.

Atas kontribusinya yang konsisten tersebut, Lombok Post mendapat penghargaan dari Gubernur NTB. Piagam penghargaan tersebut diserahkan Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin dan diterima Pemimpin Redaksi Lombok Post Jony Marthadinata di sela penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) NTB Tahun 2017 tadi malam di Hotel Lombok Raya.

Selain Lombok Post, penghargaan serupa juga diberikan kepada organisasi non pemerintah (NGO) yang juga dinilai konsisten mengawal isu-isu kemiskinan. Baik yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, perlindungan anak dan lingkungan.

Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin mengatakan, ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada insan pers dan organisasi non pemerintahan yang selama ini menjadi mitra bagi pemprov dalam mengawal isu-isu kemiskinan.

Sebagai media terbesar dengan jaringannya di NTB, Wagub berharap Lombok Post bisa memberikan contoh bagaimana menyajikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat. Secara tidak langsung berita-berita yang disajikan media juga selama ini turut mendorong penanggulangan kemiskinan.

a�?Piagam ini adalah bentuk apresiasi dan terima kasih pemerintah pada Lombok Post,a�? kata Wagub.

Baginya, peran media sangat penting. Sebagai pilar keempat demokrasi, media memegang peranan penting dalam membangun daerah. Melalui informasi yang diberitakan, media memiliki fungsi kontrol agar pembangunan yang dilaksanakan pemerintah berjalan sebagaimana mestinya. a�?Dengan kritikan yang diberikan, pemerintah semakin terpacu untuk memperbaiki kinerja pelayanan,a�? kata Wagub.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) NTB H Ridwan Syah mengatakan, sesuai dengan tema Musrembang yakni Menanggulangi Kemiskinan dan Mengurangi Kesenjangan, pihaknya ingin mendorong keterlibatan semua pihak untuk membantu pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan di NTB.

Capaian-capaian yang sudah diraih pemerintah selama ini bukan atas kerja pemprov sendiri, tetapi berkat dukungan semua pihak, termasuk insan pers, NGO dan para pemangku kepentingan lainnya.

Ridwan mengakui, salah satu tugas terberat pemprov saat ini adalah menurunkan angka kemiskinan sesuai target RPJMD yakni 12,25 persen. Dimana posisi persentase kemiskinan NTB tahun 2016 masih di angka 16,02 persen.

Tugas itu menurutnya sangat berat, sehingga membutuhkan kerja keras sampai akhir masa jabatan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi di 2018, karena di tahun itulah pembuktian capaian janji politik kepada masyarakat NTB. Jika tidak bisa mencapai 12,25 persen, menurutnya minimal NTB bisa mencapai angka penurunan kemiskinan yang ditargetkan pemerintah pusat yakni di posisi 15 persen.

a�?Penurunan angka kemiskinan sesuai RPJMD ini paling sulit dan sangat berat,a�? kata Ridwan.

Pemprov sendiri tambah dia ingin memastikan program prioritas yang dirancang dalam RKPD dapat menuntaskan 31 indikator kinerja pembangunan daerah yang termuat dalam RPJMD tahun 2013-2018,A� khususnya 12 indikator yang belum tercapai.

Mendorong pembangunan berbasis kawasan strategis dengan pendekatan HITS, dan prinsip pembiayaan money follow programe priority sebagai fondasi yang kuat untuk pembangunan di masa mendatang, sehingga fokus RKPD tahun 2018 dalam rangka mengurangi kemiskinan dan ketimpangan memacu investasi dan pemantapan infrastruktur. (ili/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka