Ketik disini

Headline

Jejak Saleh Sungkar (2) : Pamit ke Bioskop Jasadnya Ditemukan Termutilasi

Bagikan

Suatu ketika Saleh Sungkar berpamitan pergi menonton film di bioskop. Tetapi lama tidak kembali, membuat sanak keluarga berupaya mencari. Kemana tokoh nasionalis itu pergi?

***

NAMA besar dan karir mentereng Saleh Sungkar di dunia politik membuat banyak orang iri. Keberaniannya menentang kelompok elit bangsawan yang coba menancapkan pengaruh melalui sistem monarki, membuat banyak orang kebakaran jenggot.

Tidak hanya itu, Saleh juga menyatakan perang pada pedagang-pedagang curang. a�?Seperti pedagang yang kerap menimbun logisitik,a�? terang Alex Sungkar.

Begitu juga, praktik amoral yang berkembang saat itu. Seperti perjudian hingga pelacuran. Dengan lantang Saleh, mengajak masyarakat untuk terus melakukan perlawanan terhadap itu semua.

Tetapi di zaman itu, menjadi politikus berani tidak mudah. Meski ia sudah membentengi diri dengan membangun kekuatan melalui Ketua Partai Arab Indonesia (PAI) wilayah Lombok. Makin banyak pihak dan golongan yang menginginkan Saleh tersingkir dari dunia politik.

a�?Jadi sangat berseberangan dengan peran golongan politik tertentu waktu itu,a�? ulasnya.

Semakin ditekan, nama Saleh kian cemerlang. Sekitar tahun 1952, dia bahkan didorong maju menjadi Gubernur NTB.

a�?Mirip seperti kasus PKI, beliau akhirnya diincar lawan politik untuk dihabisi,a�? ungkapnya.

Hingga suatu ketika, pada tanggal 11 Maret 1952, Saleh Sungkar diculik. Ini bermula saat ia berpamitan pada istrinya hendak mengantar rekan menonton layar tancap.

a�?Masih diingat istrinya, ia menggunakan jam tangan Roleks saat itu,a�? tuturnya.

Selain diincar oleh lawan politiknya, ada kabar lain juga yang menyebut penculikan Saleh, tidak lepas dari fitnah yang menyebutkan ia adalah salah satu aktivis DI-TII. Sebuah gerakan terlarang saat itu. Ada beberapa kabar yang menyimpulkan, jika yang a�?mengamankana�� Saleh saat itu adalah aparat.

Tetapi, terlepas siapa dan bagaimana Saleh di culik, jasadnya akhirnya ditemukan di sebuah desa. Dekat dengan Labuhan Haji, Lombok Timur. a�?Jasadnya ditemukan termutiliasi,a�? ujarnya.

Kiprah politik Saleh Sungkar ini, lalu diabadikan menjadi sebuah nama jalan di Ampenan. Jalan Saleh Sungkar. Sementara, Makam Saleh Sungkar yang terletak di TPU Bintaro Ampenan, kini menjadi objek wisata religi warga.

a�?Kami tidak tahu apa dasarnya (mengkramatkan makam Saleh Sungkar), tapi itu menjadi keyakinan orang,a�? ujar Alex.

Ia mengatakan, jika para peziarah yang bisa melihat kelebihan Saleh Sungkar dan makamnya. Tapi yang jelas, lanjut Alex, sosok almarhum Saleh Sungkar adalah orang biasa. Tidak punya ilmu laduni yang patut dihargai dengan dikramatkannya makamnya.

a�?Tetapi beliau sangat mencintai NKRI,a�? tegasnya.

Alex sendiri berharap, nama Saleh Sungkar suatu saat bisa ikut diajukan pemerintah provinsi NTB sebagai salah satu pahlawan nasional.

Bagaimanapun ia yakin peran Ami-nya, sebanding dengan perjuangan para pahlawan di daerah lain dalam mempertahankan keutuhan negara ini.

a�?Semoga, tetap bisa dikenang dan menjadi motivasi anak bangsa menjaga negara ini,a�? tutupnya. (LALU MOHAMMAD ZAENUDIN/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka