Ketik disini

Bima - Dompu Headline

KUA Madapangga Disegel, Layanan Pengantin Baru Terganggu

Bagikan

BIMA – Penyegelan Kantor KUA Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima telah berlangsung selama tiga bulan. Hingga kini, belum ada tanda-tanda kantor tersebut akan dibuka oleh pemilik lahan.

Dampak dari penyegelan itu, pelayanan kepada masyarakatA� tidak maksimal. Terutama warga yang akan melaksanakan akad nikah.

Kepala KUA Madapangga Muhammad mengatakan sejak kantor disegel, pelayanan kantor sementara dilakukan di rumah warga. Di rumah tersebut, mereka hanya bisa melayani warga yang mengurus surat atau administrasi.

”Kalau ada warga yang akad nikah, terpaksa kita lakukan di luar,” kata Muhammad.

Sesuai ketentuan, jika akad nikah dilakukan luar, maka pengantin dikenakan biaya nikah sebesar Rp 600 ribu. Uang tersebut langsung disetor ke bank.

Biaya nikah di luar balai nikah itu diatur dalam PP Nomor 48 Tahun 2014. Padahal, jika warga menikah di balai nikah, tidak dipungut biaya.

Warga yang nikah di luar balai nikah bisa digratiskan, jika mereka warga miskin. Harus dibuktikan dengan kartu BPJS miskin yang dikeluarkan pemerintah.

Selama kantor disegel, mereka telah melayani akad nikah 50 pasangan. Dari jumlah itu ada yang digratiskan, karena dinikahkan di kantor sementara.

Hanya saja yang menjadi pertimbangan pihaknya, mereka numpang di rumah orang. Rumah tersebut harus dijaga,A� baik kebersihan dan keamanaannya.

“Pertimbangan kita yang paling utama, karena kita numpang di rumah orang,” jelasnya.

Dia berharap kondisi ini bisa segera dicarikan solusi. Supaya KUA bisa melayani warga denganA� maksimal. (sya/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka