Ketik disini

Headline Metropolis

Partai Gerindra, Rekomendasikan Ahyar Abduh sebagai Bakal Calon Gubernur NTB

Bagikan

MATARAMa��Politik benar-benar kencang. Terlambat sedikit bakal disalip. Analoginya, mirip-mirip MotoGP. Kondisi ini seperti tergambar jelang Pilkada Gubernur 2018. Ahyar Abduh benar-benar lihai, nyalip di tikungan, mirip Valentino Rossi.

Kabar terbaru, Ahyar bakal didukung Partai Gerindra. Padahal sebelumnya sempat diisukan Gerindra telah merapat ke kubu HM Suhaili FT. Isu ini makin kuat menyusul pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan orang nomor satu di Lombok Tengah itu dalam acara Silaturahmi Indonesia Raya beberapa waktu lalu.

Tetapi pertemuan itu nyaris tanpa arti, selain silaturahmi belaka. Angin politik justru bertiup ke arah lain. Ahyar Abduh, tiba-tiba muncul dari belakang, langsung menyalip.

Ahyar sendiri meyakinkan dirinya A�pasti mendapat rekomendasi Partai Gerindra tersebut. Bahkan A�hari ini (10/4) Partai Gerindra menyerahkanA�rekomendasi A�untuk Ahyar di Hotel Santika Mataram .

a�?Hampir bisa dipastikan besok (hari ini, Red) saya akan terima itu (rekomendasi), saya juga akan datang,a�? tegasnya kemarin (9/4).

Isi dari rekomendasi itu terkait rencana pengusungan dirinya sebagai calon gubernur 2018-2023. Soal mekanisme bagaimana dirinya sampai bisa terpilih dibanding lawan politik yang lain, Ahyar menyebut itu urusan internal partai. a�?Saya hanya perlu melakukan persiapan (menerima rekomendasi),a�? yakinnya.

Hasil yang diterima saat ini lanjut Ahyar bukan proses instan. Tetapi melalui proses panjang dan intens membangun komunikasi politik sejak lama dengan banyak partai. Ia menyadari, sebagai partai politik besar, Gerindra sudah mengambil keputusan besar dan sulit. Selain itu menimbang dari berbagai aspek. a�?Jadi bukan rekayasa atau politik instan,a�? sindirnya.

Ia menegaskan komunikasi yang telah dibangun selama ini, dibangun dari kepercayaan dan komitmen untuk mewujudkan kondisi daerah pada khususnya dan bangsa pada umumnya, menjadi lebih baik. A�Karena itu, keputusan Partai Gerindra mengarahkan dukungan politik padanya benar-benar didasari komitmen luhur dan keinginan kuat mewujudkan masa depan bangsa melalui daerah, menjadi lebih baik. a�?Orang (lawan politik) kan tidak tahu seperti apa saya bangun komunikasi selama ini,a�? tandasnya.

Didasari Kepentingan Politik 2019

Pengamat politik Dr Asrin menyebut, jika benar hari ini Gerindra resmi memberikan rekomendasi untuk Ahyar, maka ini adalah kejutan politik luar biasa. Masih segar di ingatan masyarakat, pertemuan Prabowo dengan Suhaili, cukup berhasil membangun opini Gerindra sudah pasti milik Suhaili.

a�?Berarti peta politik sudah berubah. Ini pasti tidak lepas dari kepentingan politik 2019 (pilpres). Ini sangat menarik,a�? kata Asrin menganalisa.

Direktur Institute Agama dan Kebudayaan (LISAN) NTB ini A�melihat ada benang merah intensnya Ahyar membangun komunikasi di tingkat nasional. Keputusan memilih Ahyar, diyakini pasti ada sangkut pautnya dengan posisi Suhaili sebagai Ketua Partai Golkar NTB.

a�?Sementara kita tahu, Golkar adalah partai pendukung pemerintahan saat ini, apalagi dalam Rapimnas Golkar beberapa waktu, mereka tegas akan mendukung Jokowi lagi maju di Pilpres 2019,a�? urainya.

Kenyataan inilah yang membuat Gerindra yang notabene milik Prabowo Subianto dan memastikan diri akan bertarung di Pilpres 2019, tidak mungkin menjatuhkan pilihan pada Suhaili. Apalagi popularitas dan elektabilitas Ahyar dan Suhaili bersaing ketat. A�a�?Karena itu menjadi masuk akal Gerindra menjatuhkan pilihan pada Ahyar,a�? terangnya.

Asrin juga mengungkapkan adanya informasi, kubu Lalu Rudy Irham Sri Gede yang ingin sendirian maju mewakili Lombok Tengah. Sehingga mereka ikut aktif, berperan menggoyang popularitas Suhaili. Mau tidak mau ini meninggalkan citra buruk di mata Gerindra. a�?Kabarnya Suhaili akan digoyang melalui kabinetnya (kepala SKPD) yang belum rampung sampai saat ini, mungkin itu sampai ke pusat (DPP Gerindra),a�? ungkapnya.

Jika benar hari ini Gerindra menjatuhkan pilihan pada Ahyar, Asrin yakin ini akan berdampak besar pada konvensi di DPP Golkar. Tanpa menjelaskan dampaknya, masuknya Gerindra ke Kubu Ahyar tentu akan semakin membuat suasana konvensi di DPP Golkar semakin menarik.

Asrin melihat adanya potensi eskalasi politik sepanas di Jakarta. Jika peta politik di daerah tidak lepas dari politik nasional. a�?Kalau (Ahyar) menang, pasti (ada deal politik) mendukung Prabowo di Pilpres 2019, jadi pertarungan di NTB, tetapi untuk Indonesia,a�? tandasnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka