Ketik disini

Headline Kriminal

Waspada..!! Inilah Ragam Modus Para Pencuri Motor di Sekitar Anda

Bagikan

Produsen kendaraan bermotor terus meningkatkan fitur pengamanan guna mengantisipasi aksi pencurian. Namun maling rupanya lebih cerdik. Mereka menggunakan beragam cara untuk membobol sistem pengaman kendaraan.

======

Tindak pidana pencuran seperti pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas) masih menempati rangking tertinggi kasus tindakyang terjadi di A�NTB. Buktinya dari hasil pengungkapan polri awal tahun ini saja setidaknya telah menangkap menangkap lebih dari 100 orang pelaku.

Angka tersebut merupakan gabungan pengungkapan seluruh Polres jajaran di bawah Polda NTB. A�Kasus tertinggi terjadi di wilayah hukum Polres Mataram A�yakni 14 kasus dengan 19 tersangka.

Beberapa diantara 19 tersangka itu, terlibat langsung dalam aksi pencurian kendaraan bermotor. Modus yang dilakukan bervariasi. Namun yang pasti, seluruh pelaku memanfaatkan sikap tidak awas dari pemilik motor.

Untuk penjahat kawakan, tentu mudah saja melakukan aksi curanmor. Seperti yang dilakukan Rico, 19 tahun. Meski tergolong remaja namun aksi pencurian yang dilakukannya terbilang sangat mahir.

Rico yang tertangkap akhir Januari lalu berhasil membawa kabur empat unit sepeda motor. Semua aksinya A�ia lakukan di wilayah hukum Polres Mataram.

Modus yang dilakukan Rico seperti pelaku curanmor pada umumnya, menggunakan kunci T. Cara tersebut diakui Rico membutuhkan nyali besar dan juga gerak cepat. Lengah sedikit, bisa-bisa A�dia yang akan menjadi korban amuk massa.

Namun aksi Rico bukannya tanpa perhitungan. Sebelum mencuri motor, dia lebih dulu mengawasi keadaan sekitar. Melihat apakah ada warga atau penjaga parkir yang mengawasinya.

Jika ia rasa aman, bermodal kunci T, Rico membobol lubang kunci motor untuk kemudian menghidupkannya.

a�?Cuma butuh waktu kurang dari satu menit, motor bisa langsung dibawa kabur,a�? kata dia.

Selama melakukan aksi pencurian motor, Rico mengaku menjalankannya bersama kawannya. Salah satu dari mereka biasanya bertugas mengawasi situasi, sedangkan satu lainnya menjadi eksekutor A�motor curian.

Sementara itu A�Angger, 20 tahun, terduga pelaku curanmor lainnya mempunyai jurus berbeda dalam melancarkan aksi kejahatannya. Ia beraksi A�menggunakan kunci palsu.

Modus yang dilakukan Angger memang terbilang cerdik. Sebab sasaran pencuriannya harus orang-orang yang ia kenal. Dia lebih dulu meminjam motor kawannya dengan berbagai alasan. Setelah itu, pelaku menuju tukang kunci untuk membuat kunci palsu.

Agar tidak menimbulkan kecurigaan, dia lebih dulu mematikan motor yang dibawanya. Selanjutnya motor tersebut ia tuntun menuju tukang kunci. Dengan dalih kehilangan kunci motor, Angger meminta tukang kunci untuk membuat penggantinya.

Hebatnya lagi, kunci pengganti yang dibuat, sama persis dengan kunci motor yang asli. a�?Cuma bayar Rp 50 ribu, kunci yang persis sama bisa dibuatkan,a�? beber dia seraya memberitahu lokasi tempat ia membuat kunci palsu.

Setelah mengantongi kunci palsu itu, Angger mengembalikan motor yang ia pinjam. Selanjutnya ia menunggu kelengahan dari pemilik motor. Karena menggunakan kunci palsu, dia dengan mudah membawa kabur motor curiannya.

Jika Angger dan Rico menggunakan alat untuk melakukan tindak kejahatan curanmor, berbeda dengan Maulidin. Dia mengandalkan keberuntungan, yakni pemilik motor yang lupa mencabut kuncinya.

Aksi Maulidin dilakukan Rabu (22/3), ketika ia menyambangi kos temannya di Gang Panda V, Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Baru saja tiba, pelaku melihat motor Honda Vario dengan kunci yang masih menggantung.

Niat jahat timbul. Tanpa pikir panjang pelaku segera membawa kabur motor itu. Apes bagi dia. Aksinya kepergok pemilik motor. Maulidin sempat dikejar korban, namun kecepatan motor yang ia kendarai membuatnya lolos dari tangkapan korban.

Meski demikian pelaku berhasil juga ditangkap polisi. Tim opsnal Polsek Mataram berhasil membekuk tersangka di rumahnya yang tak jauh dari TKP, pada Senin (27/3).

Kejahatan dengan memanfaatkan kunci motor yang tertinggal, sempat juga dilakukan empat pelajar, dengan inisial MA; HA; AS; dan SD. Empat remaja tanggung tersebut kini juga harus berurusan dengan polisi dalam kasus pencurian dan penadahan barang kendaraan bermotor.

Kejahatan itu, kata MA, dilakukan karena ada kesempatan. Saat itu ia berada di sebuah rumah kos di kawasan Mataram. Ia melihat satu unit motor KLX (jenis trail) dengan kunci masih tergantung di motor. Melihat itu, remaja lulusan salah satu SMK di Lombok Tengah ini langsung membawa kabur motor itu dan membawanya ke kos SD.

Rangkaian kejahatan ini berlanjut ketika SD meminta AS untuk menjual motor tersebut. Namun AS rupanya kebingungan. Dia tidak mengetahui harus menjual motor kemana. HA kemudian menanyakan ke sejumlah teman dia yang lain. Akhirnya diperoleh informasi, bahwa ada seseorang yang biasa membeli motor-motor curian.

Dari beberapa pelaku yang tertangkap, motif kejahatan mereka bermuara pada satu hal, yakni uang untuk kebutuhan hidup. Seperti MA; HA; AS; dan SD, empat pelajar yang mengambil motor trail.

Namun tak jarang juga aksi kejahatan curanmor terdorong karena mereka lebih dulu kecanduan narkotika. Menurut pengakuan Angger, motor yang berhasil diambil kemudian digadai. Uang gadai itu lantas dibelikan narkotika jenis sabu.

Terpisah, aksi curanmor yang tetap marak memang tak dibiarkan aparat kepolisian. Kapolres Mataram AKBP Muhammad mengaku, jajarannya terus berusaha menekan tindak kejahatan 3C. Masyarakat juga tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap motor saat diparkir.

a�?Yang pasti polisi tidak tinggal diam. Tapi kami juga mengharapkan masyarakat tetap waspada, karena niat jahat bisa saja timbul dengan adanya kesempatan,a�? pungkasnya.(wahidi akbar sirinawa/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka