wholesale nfl jerseys Masya Allah!!! Bayi Dua Kepala Lahir di Sumbawa

Ketik disini

Headline Sumbawa

Masya Allah!!! Bayi Dua Kepala Lahir di Sumbawa

Bagikan

SUMBAWAA�– Pengunjung dan pasien di RSUD Sumbawa digemparkan dengan kelahiran bayi pasangan Fathul Bahri dan Zuriyah, kemarin pagi. Pasalnya, bayi tersebut lahir dengan dua kepala.

Bayi dengan kondisi kembar siam itu lahir di RSUD Sumbawa sekitar pukul 08.42 Wita. Bayi seberat 3,5 kilogram itu lahir dengan proses operasi caesar. Selain memiliki dua kepala, bayi dengan jenis kelamin laki-laki itu juga lahir dengan kondisi bertangan tiga dan berkaki dua. Orang tua bayi tersebut berasal dari Dusun Genang Genis, Desa Kerato, Kecammatan Unter Iwes.

Pasca proses kelahiran, ibu dan bayi tersebut langsung mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sumbawa. Setelah sempat dirawat selama beberapa jam, bayi yang diberi nama Muhammad Talif ini kemudian dirujuk ke RSUP NTB di Mataram. Bayi itu dirujuk untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Ayah sang bayi, Fathul Bahri mengatakan, tidak ada tanda-tanda saat isterinya hamil putra ketiga. Sebelumnya, saat melahirkan anak kedua isterinya juga melalui proses operasi cesar. Namun, anak keduanya tidak bisa diselamatkan. Untuk penanganan medis, isterinya menggunakan BPJS ekonomi. Sementara anaknya menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Sebab, penanganan sang bayi tidak bisa tercover oleh BPJS ibunya. Dia berharap, agar anak dan isterinya bisa dibantu oleh pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, H Naziruddin yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mencari cara agar bayi tersebut bisa ditangani. Sementara ini, bayi tersebut sudah dirujuk ke RSUP NTB untuk penanganan selanjutnya.

Sebab, di Sumbawa masih terkendala keterbatasan peralatan dan sumber daya manusia untuk penanganannya. Bisa jadi rujukannya bisa dilanjutkan hingga ke rumah sakit di Bali atau Surabaya. Sebab, untuk penanganannya membutuhkan kerja sama beberapa dokter spesialis. ”Cari dulu caranya bagaimana supaya bayi ini dapat tertangani. Jangan gara-gara ada hal sepele ini tidak dapat tertangani,” ujar Naziruddin.

Selanjutnya, kinerja petugas di lapangan harus diperbaiki. Dalam hal ini, ibu sang bayi hamil selama sembilan bulan. Kenapa selama proses kehamilan ini ibu sang bayi tidak diarahkan untuk mendapatkan BPJS Kesehatan. Masyarakat yang tidak memiliki BPJS bisa jadi karena mereka tidak tahu prosedur atau malas. Karena itu, petugasnya yang harus proaktif. Karena meski tidak terkover melalui BPJS, sang bayi bisa diakomodir melalui jaminan persalinan.

Naziruddin mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan detail terkait kasus ini. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi terkait persoalan tersebut. Jadi, ditekankan bukan hanya kasus saja yang diterima oleh pihak dinas, melainkan data kesehatan masyarakat di lingkup puskesmas setempat. Rencananya, pihaknya memulai sistem tersebut di empat puskesmas.

Terhadap petugas di puskesmas setempat, tentu akan diberikan sanksi jika terbukti lalai. Yang bersangkutan juga akan ditegur melalui koordinator bidannya terlebih dahulu.

Kasus Langka

Sementara itu, kasus kembar siam dengan satu badan dan dua kepala sendiri masih cukup jarang terjadi, apalagi di Indonesia. Lantas kenapa bayi bisa lahir satu badan dua kepala? Khusus bayi asal Sumbawa ini belum dapat dipastikan.

Namun, dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Pertamina Frizar Irmansyah kepada Jawa Pos Group mengatakan, lahirnya bayi satu badan dua kepala terjadi karena gangguan pembelahan. a�?Terjadinya sudah agak lama bukan di awal-awal pembelahan. Gangguan pembelahan delay, sehingga kembarnya dempet,” jelas dia.

Kembar identik (kembar monozigot) terjadi ketika telur yang dibuahi membelah dan berkembang menjadi dua individu. Delapan sampai 12 hari setelah pembuahan, lapisan embrio yang akan terbelah membentuk kembar monozigot mulai berkembang menjadi organ dan struktur tertentu.

Nah, pembelahan yang terjadi pada kembar siam atau dempet terjadi terlambat setelah masa pembelahan tersebut. Diyakini pembelahan embrio yang akan menjadi kembar siam terjadi antara 13 hingga 15 hari setelah pembuahan, membuat pemisahannya berhenti sebelum proses selesai, sehingga masih ada bagian tubuh yang menyatu.

Pada prinsipnya, gangguan pembelahan ada yang thorachophagus (dempet di dada), abdomen (dempet di perut), ada yang kepala. a�?Pada kasus satu badan dua kepala, terjadi di torak dan perut, sehingga yang misah cuma kepalanya,” lanjut Frizar.

Selain karena gangguan pembelahan, Frizar mengatakan bahwa terjadinya kembar siam dengan satu sel selur tidak bisa dicegah. Yang bisa dilakukan hanya pemisahan atau operasi setelah lahir, itu pun tergantung pada organ mana saja yang dempet, tingkat kesulitan dan besarnya risiko apalagi dilakukan operasi.

“Sangat butuh pendalaman, harus dilihat persis organ-organ apa saja yang dempet. Kalau jantungnya cuma 1, ya bagaimana mau dipisahkan,” ujar Frizar. (run/LPG/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags: