Ketik disini

Sudut Pandang

Universitas Islam Negeri (UIN) dan Spirit a�?DNAa�? Baru

Bagikan

AWAL April 2017 Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden (Kepres) tentang perubahan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram dan lima IAIN lainnya di Indonesia menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Hadirnya enam UIN baru ini menambah jumlah UIN di Indonesia hingga 17. Penetapan UIN oleh Kepres merupakan hasil dari usaha serius dan prestai yang dimiliki beberapa Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN) seperti IAIN Mataram karena banyak syarat dan kriteria yang mesti dipenuhi untuk mendapatkan status baru sebagai UIN. Oleh karena itu a�?rahmata�? UIN sangat wajar untuk disyukuri.

Dalam konteks perubahan status kelembagaan, label UIN yang baru diterima enam PTKIN dapat dimaknai sebagai Deoxiribo Nuclead Acid (DNA) baru bagi mereka (enam PTKIN). Membincangkan DNA kelembagaan atau DNA organisasi maka buku best seller dari Rhenald Kasali (2007) berjudul a�?Re-Code, Your Change DNAa�? selalu dijadikan sebagai referensi.

Dalam ranah manajemen, Kasali memaknai DNA bukan sebagai sesuatu yang given tetapi ditempatkan sebagai hal yang dinamis dan dapat dikonstruksi. Oleh karena itu, perubahan status dari IAIN menjadi UIN tidak hanya dimaknai sebagai perubahan kelembagaan yang bersifat institusional tetapi mesti dimaknai sebagai perubahan DNA organisasi yang diharapkan menjelma menjadi molekul pembawa sifat yang baik bagi peningkatan kinerja dan kualitas seluruh civitas akademika UIN sehingga perubahan tersebut bisa berkontribusi bagi daerah dan bangsa.

Kehadiran UIN selain dimaknai sebagai berkah, juga dapat lihat sebagai tantangan bagi civitas akademika. Disebut tantangan karena UIN menawarkan size program studi dan fakultas yang lebih luas (tidak hanya prodi dan fakultas agama tapi juga umum). Civitas akademika UIN diberi amanah untuk mengelola dua jenis prodi secara bersamaan sehingga tantangannya adalah bagaimana mempertahankan prodi agama tetap menjadi favorit sekaligus membawa prodi umum setara (atau bahkan lebih baik dan khas) dari prodi umum pada Perguruan Tinggi lainnya yang telah ada sebelumnya.

Eksistensi UIN sebagai DNA baru diharapkan bisa merangsang perubahan DNA yang dimiliki seluruh civitas akademika yang ada di dalamnya. Pada proses yang lain DNA personal yang termotivasi akan berkontribusi bagi perkembangan dan kemajuan UIN.

Ada proses simbiosis mutualisme antara DNA baru organisasi dengan DNA sumber daya manusia UIN. Pertemuan antara DNA institusi dengan DNA personal yang ada di dalamnya akan membuat pergerakan organisasi yang bernama UIN akan cepat ke arah yang lebih baik dan kontributif. Kasali menyebut bahwa organisasi dibentuk dan dikembangkan dengan DNA, dan organisasi dapat dipandang sebagai makhluk hidup karena dibentuk dan dikerjakan oleh manusia.

Kehadiran UIN sebagai DNA baru harus mampu menggerakkan DNA personal sumber daya manusia yang ada di dalamnya antara lain dengan cara melakukan pengkodean ulang (re-code) terhadap cara berpikir dan teknik kerja. Momentum transformasi ke UIN dapat dijadikan sebagai kesempatan yang tepat untuk melakukan re-code pikiran dari hubungan yang berfokus pada kesalahan (problem based) dan pasif, menjadi lebih produktif dan berorientasi pemecahan masalah (problem-based).

Diperlukan sumber daya kreatif dan inovasi dalam mengelola lembaga ber DNA baru seperti UIN. Tradisi dan budaya kerja lama yang tidak produktif layaknya ditinggalkan. Kebiasaan dan rutinitas yang sudah tidak relevan lagi dengan DNA UIN layak dilenyapkan bersama hilangnya status IAIN.

Bila masih terbelenggu dengan cara lama yang tidak baik, maka proses recode terhadap DNA baru UIN tidak akan berefek pada perubahan DNA personal. Artinya status kelembagaan yang sudah berubah tidak akan mempengaruhi perubahan kinerja bagi anggota organisasi yang masih terbelenggu oleh tradisi lama yang tidak baik. Oknum seperti ini dapat menjadi hambatan peredaran a�?darah organisasia�? atau sangat mungkin tergilas oleh pergerakan baru oraganisasi yang sudah ber-DNA UIN.

Sumber daya manusia unggul dengan DNA yang berkualitas menjadi tumpuan yang bisa mengawal perjalanan DNA baru UIN di masa selanjutnya. Seperti apa progress UIN ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana optimalisasi perubahan DNA personal para punggawa UIN. Salah satu cara memperbaiki a�?DNA organisasia�? adalah dengan memasukkan a�?darah-darah segara�? baru. Darah segar baru dapat berupa semangat baru, sumber daya manusia baru (atas pertimbangan yang rasional), dan pemikiran-pemikiran inovatif sehingga bisa menjadi katalis untuk mengawal DNA baru UIN.

Para pakar manajemen mengingatkan kita bahwa organisasi bak makhluk hidup, yang dapat dilahirkan , tumbuh, melewati masa kanak-kanak, remaja dan menjadi tua. Organisasi juga bisa menjadi sakit, lumpuh, tidak berdaya dan akhirnya mati. Seperti apa nasib a�?makhluk hidupa�? bernama UIN dalam siklus hidupnya sangat ditentukan oleh seberapa kuat dan banyak a�?napasa�?, energy dan gizi yang dipersembahkan oleh para pengawalnya. Oleh karena itu DNA para pengawal UIN harus berkualitas untuk bisa menjamin napas UIN tetap berhembus dalam jangka panjang, bertahan di tengah tantangan, dan unggul dari para kompetitor yang ada.

Arah perjalanan UIN banyak juga ditentukan oleh nakhodanya karena di tangannya ada kompas dan kemudi untuk mengarahkan perjalanan a�?kapala�? UIN ke depan. Kapal bernama UIN adalah kapal besar dengan orientasi yang visioner sehingga tidak bisa dikomandai secara reaktif dan responsif tetapi hasilnya tidak efektif. Kehadiran UIN akan benar-benar menjadi berkah bila dikawal olehA� pemimpin yang futurilistik, pemimpin yang memiliki orientasi masa depan yang sangat tajam, atau yang oleh Maxwell (2007) disebut sebagai pemimpin yang visible yang ditandai dengan kemampuannya menggunakan mata a�?possibilitya�? karena bagi mereka semua mungkin (possible). Semogaa�� (r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys