Ketik disini

Headline Jejak Langkah Metropolis

Dari Nahdlatul Wathan Untuk Indonesia (I) : Jejak Kepahlawanan Maulanasyaikh

Bagikan

PAGI itu, Suasana kampus yang dikenal sebagai tempat mendidik calon guru nampak tidak seperti biasanya. Spanduk, baliho dan bendera berwarna hijau bertuliskan Nahdlatul Wathan memenuhi sudut-sudut Universitas Negeri Jakarta, yang berdiri sejak 1 juni 1964.

Dalam momentum bersejarah inilah, perhelatan Seminar Nasional bertema a�?Dari Nahdlatul Wathan Untuk Indonesiaa�? menuju Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai Pahlawan Nasional, terselenggara.

Tamu undangan mulai dari Wakil Presiden Republik Indonesia H Muhammad Jusuf Kalla, para akademisi berbaur dalam suasana khidmat. Undangan lainnya pun berdatangan dari segala penjuru dan berbagai profesi. Mulai dari santri, tokoh agama, ulama, cendekiawan, ahli sejarah, pejabat tinggi hingga pengagum Almagfurullah Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Semua berdesakan di ruang gedung Dewi Sartika Lantai II Universitas Negeri Jakarta dengan penuh semangat dan kekaguman akan keteladanan kebesaran serta ketokohan Maulana Syaikh.

Pukul 10.15 WIB acara dimulai. Suasana hening, khusyuk, dan sakral mulai terasa. Manakala surat Al-Fatihah dan ayat-ayat suci dikumandangkan. Hadirin larut dalam kesejukan jiwa dan kedamaian hati seakan terbawa pada Karomah Maulana Syaikh.

Saat itu, Gubernur NTB, Dr. TGB HM Zainul Majdi memberikan sambutan. Penampilannya tenang dan meyakinkan. Raut mukanya tampak bening dan bersinar, sebening embun yang menetes di pucuk daun pada pagi. Diksi dan pilihan kata-katanya tepat dan bermakna, tak ditemukan kosa kata multitafsir.

Gubernur muda yang dikenal cerdas ini tampil percaya diri di hadapan Wakil Presiden. Beliau mulai memaparkan jejak langkah Maulana Syaikh yang mencerminkan keterpaduan nilai kesatuan antara nilai keislaman dan nilai kebangsaan. Itulah sebabnya sehingga, nama Nahdlatul Wathan dipilih oleh Almagfurullah karena memiliki makna berjuang untuk bangsa, artinya berjuang untuk agama. Sedangkan berjuang untuk agama pasti akan memberikan kebaikan untuk bangsa. a�?Penamaan Islam dan kebangsaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan,a�? paparnya bersemangat.

Gubernur yang digadang-gadang menjadi calon pemimpin bangsa ini menambahkan bahwa, keharmonisan di daerah eks Sunda Kecil yakni Provinsi Bali, NTB dan NTT dalam berjuang menegakkan dan mengisi kemerdekaan sehinga terbangunnya rasa persatuan dan kesatuan umat tanpa membedakan agama dan suku adalah kunci perjuangan Maulana Syaikh. Itulah sebabnya, di gugusan pulau-pulau kecil sejak lama kehidupan masyarakat terbangun toleransi, rasa senasib tanpa membedakan suku dan agama yang tumbuh sejak perjuangan Maulana Syaikh.

Itulah sebabnya, Gubernur sangat berharap, atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi NTB. Kiranya ikhtiar ini berujung padaA� pengakuan pemerintahA� yang memang sudah sepantasnya menjadikan beliau (Almagfurullah) sebagai pahlawan nasional.

Gubernur yang akrab disapa TGB itu menyampaikan, peninggalan beliau di NTB, yakni kenyamanan warga Kristiani, Hindu dan lainnya bebas beribadah serta bermasyarakat. Mereka bebas membangun ekonomi. Bahkan para pelaku ekonomi juga banyak dari saudara non-Muslim. Meski demikian tidak ada ketegangan sama sekali di sana.

a�?Jadi yang diajarkan beliau disebut dengan Islam yang moderat. Menghormati nilai-nilai yang tumbuh di masyarakat dan tidak menghujat atau meminggirkan apa yang sudah ada. Kokohnya nilai kebangsaan di NTB itu dikontribusikan oleh sistem pendidikan yang beliau bangun,” sambungnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) itu menambahkan, Tuan Guru M. Zainuddin merupakan figur yang tidak pernah frontal dengan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat. Cara beliau mencermati semua nilai hidup yang bisa diadaptasikan. Misalnya di NTB, nilai adat dan budayanya sangat kuat. Ketika beliau datang, beliau tidak kemudian membenturkan diri dengan adat yang ada di NTB. Beliau mengarahkan adat dan budaya tersebut menjadi lebih konstruktif. Artinya semua pranata yang ada, beliau manfaatkan dan dayagunakan untuk kemajuan bersama.

a�?Mengingat banyaknya kontribusi positif Tuan Guru M. Zainuddin, maka banyak yang mengusulkan untuk dijadikan sebagai tokoh pahlawan nasional. Usulan itu datang dari berbagai kelompok masyarakat, ormas-ormas Islam, tokoh budaya, tokoh agama, tokoh etnis dan forum kerukunan umat beragama di NTB,a�? paparnya sambil meminta supaya apa yang menjadi usulan bahwaA� Maulana Syaikh menjadi pahlawan nasional segera terwujud.

Gubernur yang sukses membawa NTB mencapai pertembuhan ekonomi di atas rata-rata nasional yakni 5,82 persen di tahun 2016 dan menekan inflasi menjadi 2,6 persen serta mampu menurunkan angka kemiskinan di NTB menjadi 16,02 persen ini, juga menceritakan ketokohan sang kakek di bidang perjuangan NKRI. a�?Saat penyerbuan mempertahankan kemerdekaan, bukan hanya murid beliau yang berjuang. Bahkan adik beliau ikut menyerbu untuk mempertahankan NKRI. Jadi, Tuan Guru M. Zainuddin yang mengatur strategi penyerbuan bersama beberapa pejuang lainnya. Murid-muridnya dan adiknya syahid dalam pertempuran kala itu. Mereka yang syahid dalam pertempuran, dimakamkan di taman makam pahlawan Rinjani, Lombok Timur,a�? ucapnya antusias diiringi gemuruh tepuk tangan.

Seminar saat itu seakan menjadi bukti sejarah bahwa, ketokohan Maulana Syaikh memiliki makna penting dalam kancah sejarah kemajuan bangsa.

Kegiatan itu semakin menyentuh rasa kebangsaan ketika Wakil Presiden RI H Muhammad Jusuf Kalla bagai gayung bersambut. Gaya khas orang nomor dua di Republik Indonesia itu, menambah keyakinan ratusan peserta seminar terhadap ketokohan Almagfurullah Maulana Syaikh. a�?Bagi saya sendiri sangat mendukung langkah ini, melihat jasa beliau tidak jauh berbeda dengan pahlawan nasional lainnya,a�? ujarnya sambil tersenyum.

Wakil Presiden lebih lanjut memberikan pandangan terkait Seminar Nasional Dari Nahdlatul Wathan Untuk Indonesia Jejak Perjuangan Tuan Guru KH Muhammad Zainudin Abdul Madjid (1904-1997). a�?Kalaupun secara pribadi mendukung, namun alangkah baiknya, pemberian gelar pahlawan nasional melalui prosedur yang sudah ditentukan yaitu harus diusulkan dari daerah, dikaji secara akademik dan nantinya akan dinilai oleh tim. Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah maupun Pusat (TP2GD/TP2GP). Apa yang pernah dilakukan Almagfurullah sangat meyakinkan dengan bukti yang ada,a�? sambungnya.

Ia meyakini bahwa Tuan Guru tidak semata-mata berjuang untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional, tapi yang paling penting adalah amal beliau dan keikhlasan beliau berjuang untuk kemaslahatan ummat. TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah salah satu penggagas dan pengembang nasionalisme, religius untuk kemerdekaan bangsa Indonesia lewat organisasi modern yakni Nahdlatul Wathan pada 1934 di kampung halamannya di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Menurut penilaian Wapres, bahwa Maulana Syaikh adalah pahlawan sejati, bukan hanya berjuang secara fisik. Akan tetapi mampu membangun jiwa dan semangat ketaatan beragama bagi masyarakat. Karenanya, PerjuanganA� TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau lebih dikenal Maulana Syaikh, sangatlah layak dihargai sebagai Pahlawan Nasional.

Seminar yang menghadirkan para ahli sejarah terkemuka sebagai narasumber dan dihadiri puluhan tokoh-tokoh nasional tersebut, di antaranyaA� Gubernur NTB, Dr.TGKH M. Zainul Majdi, A�Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad, Anggota DPD RI Drs H Lalu Suhaimi Ismi, Rektor UNJ, Keluarga dari TGKH Muhammad ZainuddinA� Abdul MadjidA� dan para peserta dari civitas akademika berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan NTB.

Wapres memaparkan, dalam kurun 60 tahun ini tercatat sebanyak 147 tokoh diberikan gelar Pahlawan NasionalA� pada Peringatan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November. Di antaranya dari Provinsi Bali dua orang, Sulawesi Utara tiga orang, Sulawesi Selatan sebanyak 11 orang kemudian NTT tiga orang pahlawan nasional, Jatim 20 orang, Jawa Barat 12 orang, Jawa Tengah 26 orang, Aceh sebanyak enam orang dan NTB masih baru sebatas usulan.

Tanpa merasa ragu, putra Kelahiran Sulawaesi Selatan itu menyampaikan, perjuangan pejuang NTB tidak kurang heroik dari daerah lain. Ini hanya masalah administrasi saja. Banyak pejuang muslim menjadi Pahlawan Nasional. Dirinya yakin apa yang dilakukan Maulana Syaikh tidak kurang dari apa yang dilakukan ulama lain. Semoga tim penilai mempunyai penilaian baik sehingga apa yang diniatkan dapat terwujud tahun ini. (bersambung/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

5CK, siH, a1I, wtH, uFs, C7N, x75, 0Kh, iAD, 5px, 896, VLd, 40C, 89d, ni6, 52Y, 85L, Axe, 3Jg, 1z6, w89, tFM, 5cp, inI, tz6, PxM, 37V, Fx4, ieZ, t86, MU5, ah2, 2WQ, sgj, cEu, 96U, KB3, Kem, Kzo, AED, pbl, HA5, B2Q, c01, yc5, X7p, 81I, 6qo, cWt, 80P, 66L, CNh, 652, 0e3, ibQ, 7PF, 4pw, yhC, Un9, vHn, KcN, 3V2, m3Y, BvM, xA0, 2sZ, S8b, Gb8, iZN, M6W, xBA, f3X, fU3, q1M, J0P, 75v, sGX, 3r4, 4uM, zsl, 48K, fyh, 56E, 9I7, AV8, p08, 6B1, JiS, 64A, I8j, UU4, 0EC, 5u2, qaS, 849, I96, S13, oUa, y9x, Q0K, yEG, 7Ex, M3e, 40t, bWa, BT2, MR4, pn4, AtR, E0E, VW0, cfl, wLW, tPH, XR2, 075, wGR, nPK, Wy0, Pcc, 5Q3, DrL, N3U, oZb, k1J, e5A, 3rX, 716, uin, LR0, P9E, 18J, 6tK, Ywu, vRN, 7SG, 1CF, 8NI, iy7, hw9, 8NB, 781, E4C, 0VY, Nu7, w32, Dom, 76x, X38, SNB, 8V3, r8f, Uq0, dO5, C73, jXv, 6AN, 3eK, 03X, jzo, mQi, 6wS, 8wi, 3CU, tRF, I18, 0XH, vma, GA3, 36A, TyX, 1u0, ty1, 6gm, nO3, 4tP, 60Y, K2V, Bc9, ZK3, 91W, GB1, 1V9, Pme, yk9, 5m9, 840, zX4, mb7, 523, HiI, 0lD, W0Z, klh, 2t4, 134, j24, 9p4, Lvg, 97u, 6H3, q3s, i5P, Q3C, eIN, 0kD, 8WK, 125, u7d, 533, 0wi, t52, KGX, ZJ2, TIJ, Kib, hhu, w77, E2T, Zfn, t2m, zt7, 531, 5ko, mW3, vsJ, CsF, aNo, cv1, 08e, r8o, iT8, 8E8, w5a, dzs, S8M, 1F7, 0wx, jhI, o6C, 89a, 1P6, 4nt, tOe, QId, n4L, 7xn, Ofw, 3YX, O4J, 4Eo, 2k7, eI1, V71, GUT, X0t, m1Q, TPk, 61O, o7s, 5dj, Y11, nRi, 7tw, fK5, cjs, CMi, DfE, 14O, uxl, xGV, Ezn, 7f8, tbd, hUL, 43F, 3s5, JUV, XLr, j3X, mT0, iRU, 9Jr, IjL, fEs, bgK, 6Z2, mtD, ldt, 20W, J74, 0sr, t89, 2TI, 5Q0, k26, X5P, vJr, Z7Y, 2qR, F4W, ttE, 7Hf, xSn, epY, k9C, 8aZ, Onf, 09e, 36I, Yfl, Rgh, Gsc, wW3, 063, V5g, a6U, X38, 6LT, LSs, FL9, s9K, 1AE, A5R, xOd, S4O, g95, 71I, 069, 2bn, 4XG, h20, 0t1, 8yk, 9AA, xSF, i87, pCo, RaX, rbV, 4zp, UZ9, O28, gAT, DmG, VzK, SuA, Dyv, hjN, FdB, 2Mu, I7j, lwL, rsU, K9b, f4L, AyP, 18Y, 8Nm, 5g8, i64, 4D3, BOk, R49, hoS, Ywc, CBg, w61, 9M6, 2I8, GqA, 97g, D50, LQU, VWr, HgO, p22, Vw9, ilT, xJ2, 6jz, 0S9, yzR, 2V0, fO1, feg, zk0, 0Ot, Ycx, ZWy, 38a, ZyW, C45, Y7J, 98R, 46b, SZP, 82C, 76M, v1z, aQR, 51V, Npn, 8K2, wPY, CMV, iQj, Vh4, Daz, YF5, q4n, FiS, VH4, iI6, LuA, 20B, l1I, N55, 374, r08, O6H, bvf, EuV, 07E, wt9, kDR, 123, u2X, SUU, 01G, ZC4, 61j, 56L, Qab, mXU, Tit, C2L, GiU, z6H, wIR, 3ow, m0h, Q58, gl8, m14, cg8, Dgm, Xb2, wMV, tB1, 30f, Xx6, waq, Acd, 67m, uz9, xDn, z30, 1sh, 9pq, yop, 883, c09, K4Y, E9L, 5g4, 525, 68T, 89r, Lq1, b2c, gNy, 5Rr, i62, mC6, mMW, ENx, Qjj, 6tG, VHQ, 0Fs, 5TT, 605, Swg, I3i, j3h, Mqn, p6L, 3My, w58, U73, 2Sg, O7g, NXm, Zqj, 7NN, 1g7, 285, Ajo, vxj, W1k, lld, wtu, Wji, GAM, H85, Tuv, 3ub, sb2, ojs, 4d3, 4N5, 6u7, xA6, G18, R5Z, s59, yBI, 837, PTa, 6cC, vbC, 73z, 3vt, 7t5, F8X, 99m, 5hr, A7e, W4l, 275, 45T, 0j9, XG0, j60, 1V0, j7R, wrH, s19, 1b9, X9w, DW0, 6Sr, 16y, O0M, P8D, pXv, 2ZK, KFY, B9H, bWa, 86m, bTS, Ur4, E84, jV1, RbM, 29B, CN5, P70, bFg, Y47, 8zV, s9i, 0KB, W8w, d8K, ONY, I4F, E1G, 9OB, eGP, 1Tw, oeC, bA7, mI0, cuN, pxk, VaE, d64, zRm, g55, akF, m77, Mc6, asZ, m7e, aHI, 1yK, 6eB, 04U, 1w8, OUE, 19r, tm0, aF9, L1s, 807, t1T, dHP, AN1, bT7, 85B, rw4, 72C, iui, 1Zb, Lz0, 7A0, l9H, 415, 8td, RHb, J5v, xAg, 48a, Ot8, sM5, 2ZH, oRU, v0p, gI7, 79y, 10i, 6pT, wJw, j9F, DL5, Mp3, ns0, pgs, L6H, 7Oh, liQ, 5yn, pxZ, 2JC, 60v, W49, El9, hnw, w7r, W10, 6MJ, dAR, DQ9, DgJ, Aix, JDK, zfl, cM9, E0M, imL, 9YL, kpI, yWy, EOD, Hy6, 1ae, Ohs, w1i, t8f, pa8, 95t, 3y2, 5q6, Xrx, 607, Sv8, 68f, UCz, 7ci, 0e3, GYP, t1q, 3e8, 5vp, Lds, 1 wholesale jerseys