Ketik disini

Headline Metropolis

Pelaku Wisata NTB Dukung Rinjani Jadi Geopark Dunia

Bagikan

MATARAMa��Langkah NTB menjadikan Gunung Rinjani sebagai Geopark Dunia memang tengah tertunda. Namun demikian A�para pelaku pariwisata memberi dukungan penuh pada upaya pemerintah menjadikan Rinjani sebagai Unesco Global Geopark.

 

a�?Kami beberapa kali dilibatkan ikut sosialisasi Rinjani menjadi geopark dunia. Kami sangat mendukung,a�? kata pemilik Rinjani Family Trekking Armasih di Sembalun pada Lombok Post.

Armasih sadar, ketika Rinjani bergabung dalam Geopark Dunia, maka Rinjani akan dipromosikan gratis secara global oleh UNESCO. Dengan begitu, nama Rinjani akan kian mendunia.

Harapan para pelaku pariwisata seperti dirinya kata Armasih, adalah jangan setelah jadi Geopark Dunia, justru mempersulit pelaku pariwisata di sana. a�?Kami tidak mau kalau begini,a�? tandasnya.

Saat ini saja kata Armasih, kala Rinjani di bawah Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) banyak sekali aturan yang dinilai menyulitkan dan membatasi ruang gerak para pengusaha. Misalnya saja dengan diberlakukannya izin bahwa pelaku usaha Trekking Organizer harus memiliki izin usaha dari TNGR. Meskipun para pelaku usaha ini sebelumnya memiliki izin travel.

a�?Ketika mengurus izin itu kan ujung-ujungnya kita harus bayar lagi. Ini yang kami khawatirkan nanti, akan ada banyak aturan dan batasan ketika Rinjani menjadi Geopark Dunia,a�? ungkapnya.

Senada dengan hal itu, Royaldi Sembahulun salah seorang pelaku usaha di Sembalun juga mengungkapkan demikian. Pria yang akrab disapa Royal ini mengaku secara konsep dan teori, rencana untuk menjadikan Rinjani sebagai geopark dunia sangat baik. Karena, selain akan lebih dikenal di seluruh dunia, pelestarian flora dan fauna serta pemberdayaan kearifan dan budaya lokal akan lebih tertata dengan baik.

Hanya saja, ia meminta jangan sampai ketika Rinjani menjadi Geopark Dunia, tidak ada perubahan yang terjadi. Pria yang juga owner Trekking Organizer Royal Rinjani ini sendiri mengaku belum melihat keseriusan pemerintah untuk menjadikan Rinjani sebagai Geopark Dunia. Baik dari sisi perencanaan, penganggaran, maupun kesiapan TNGR sendiri selaku pengelola untuk menjadikan Rinjani sebagai Geopark Dunia.

a�?Kita bisa lihat sendiri, minimnya sarana prasarana, pengelolaan kebersihan dan masalah sampah. Sekarang kuncinya, di kita sendiri, siap atau tidak?a�? tandasnya.

Meski khawatir, tetap saja, para pelaku wisata Sembalun tak bisa menyembunyikan keyakinan betapa penetapan Rinjani sebagai Geopark Dunia kelak, akan menjadi pintu masuk kesejahteraan bagi masyarakat di sana.

Tentu saja mereka tak keliru. Tengoklah di Tiongkok, negara dengan 33 Geopark Dunia. Negara ini tahun lalu meraup pendapatan dari sektor pariwisata sebesar 6 miliar dollar AS atau setara Rp 80 triliun. Dan sebanyak 62 persen di antaranya atau mencapai Rp 49 triliun disumbangkan dari pengelolaan Geopark Dunia.

Di Indonesia, lihatlah perubahan yang didapat Gunung Sewu di Pacitan. Tadinya sebelumnya Pegunungan Sewu ditetapkan sebagai Geopark Dunia, pendapatan asli daerah dari kawasan ini hanya Rp 800 juta. Namun, kini setelah menyandang status Global Dunia, pendapatan asli daerah dari kawasan ini melonjak hingga Rp 22,5 miliar.A�(kus/ili/ton/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka