Ketik disini

Metropolis

Keseriusan Pengelola Tentukan Nasib Rinjani

Bagikan

MATARAMA�– Peluang Geopark Rinjani menjadi geopark dunia masih terbuka lebar. Tapi semua itu akan sangat bergantung pada kemampuan pengelola Rinjani menjawab 10 rekomendasi yang diberikan UNESCO. Jika tidak serius, bisa-bisa kesempatan emas itu melayang di depan mata.

Kepala Subdid Geologi Dasar dan Terapan Badan Geologi Nasional Haris Kusworo mengatakan, jadi atau tidaknya Rinjani sebagai global geopark sangat tergantung keterampilan badan pengelola Geopark Rinjani untuk menjawab semua perbaikan yang diminta. Jika dilakukan dengan serius sesuai permintaan UNESCO, maka Rinjani bisa langsung ditetapkan sebagai taman dunia.

Terkait penundaan status sebagai geopark dunia, Haris meminta Pemprov NTB tidak berkecil hati. Sebab penundaan berbeda dengan penolakan, klasifikasinya berbeda. Jika ditolak maka ia tidak memiliki kesempatan lagi. Sementara dengan penundaan Rinjani masih diberi kesempatan waktu untuk memperbaiki. a�?Kesempatan itulah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,a�? saran Haris.

Menurutnya, Rinjani harus belajar dari proses penetapan Geopark Gunung Batur di Bali dan Gunung Sewu di Jawa Tengah. Keduanya tidak langsung diterima tetapi mereka selalu ada proses perbaikan. Namun itu pun tergantung bagaimana pengelola memperbaiki rekomendasi itu.

a�?Sekarang tergantung dari pada kita bagaimana menjawab rekomendasi tersebut,a�? katanya.

Dari sisi potensi jelas ada, tetapi untuk menjadi geopark dunia maka Rinjani harus memiliki nilai lebih atau kekhasan secara internasional, yang membedakan ia dan wilayah lain di dunia. a�?Itu yang harus dijelaskan.a�?

Karena jika hanya mengatakan Rinjani sebagai gunung berapi, di Indonesia saja ada 100 lebih gunung berapi. Sehingga sangat penting dijelaskan, apa saja keunikan yang dimiliki Rinjani dibandingkan gunung berapi lain di dunia.

Sementara terkait pengajuan Gunung Tambora sebagai geopark nasional, Haris Kusworo mengatakan, untuk menjadikan Tambora sebagai geopark dibutuhkan keseriusan pemerintah dan masyarakat. Karena badan geologi nasional hanya sebagai fasilitator, tapi yang penting adalah bagaimana masyarakat menyikapi lingkungan yang ada di sekitarnya.

Lama tidaknya dijadikan sebagai geopark nasional sangat tergantung pada proses, sebab pihaknya hanya menilai dari sisi kebumian, dan dalam proses penilaian geopark akan melibatkan kementerian lingkungan hidup dan kementerian pendidikan. Dari sisi ilmu kebumian mungkin sudah cukup banyak potensi yang dimiliki, tinggal merumuskan bentuk perlindungan seperti apa yang harus dilakukan. a�?Geopark ini adalah suatu kesempatan memanfaatkan status sekaligus melindungi,a�? katanya.

Saat ini Indonesia memiliki empat geopark nasional dan dua geopark dunia, yaitu Geopark Danau Toba, Geopark Rinjani, Geopark Ciletuh, dan Geopark Merangis. Sedangkan geopark dunia ada dua yakni Gunung Sewu di Jawa Tengah dan Gubung Batutr di Bali. Setelah Rinjani dinilai tahun lalu sebagai calon geopark dunia, tahun ini akan dilanjutkan dengan penilaian terhadap Geopark Ciletuh sebagai calon geopark dunia berikutnya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys