Ketik disini

Metropolis

Umat Beragama Jangan Mudah Terprovokasi!

Bagikan

MATARAMA�– Maraknya berita hoax berbau Suku, Ras dan Agama (Sara) bisa menjadi ancaman serius bagi kerukunan umat bergama, khususnya di NTB. Untuk itu, umat beragama diharapkan tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak jelas pertanggungjawabannya.

Sekretaris FKUB NTB H. Muharrar Iqbal mengatakan, kondusivitas kerukunan antar umat beragama di NTB terjalin dengan baik. Untuk memperkuat itu, FKUB berencana menggelar dialog internasional terkait dengan perbandingan agama dan toleransi dengan menghadirkan pembicara dari enam agama di dunia.

Dengan seminar itu, FKUB ingin menjelaskan kepada dunia bahwa NTB berbeda dengan daerah lain. Di NTB umat nonmuslim diberikan ruang dalam mengekspresikan ajaran agamanya dengan luas tanpa intimidasi. Untuk itu ruang komunikasi harus selalu dibuka agar tidak terjadi kesalahpahaman. Sebab, jika ruang komunikasi antar umat beragama tersumbat, maka dampaknya buruk.

a�?Ibarat air yang tidak diberikan mengalir suatu saat akan meledak menimbulkan bencana,a�? katanya, Kamis (13/4).

Ia mengatakan, tantangan umat beragama ke depan adalah berita bohong atau hoax. Karenanya, umat beragama tidak boleh mudah terprovokasi dengan isu-isu hoax. Sehingga perlu semangat kebersamaan dan silaturahmi dengan menjadikan FKUB sebagai media berhimpun sekaligus memperkuat dialog-dialog, sehingga tidak mudah saling mencurigai. a�?Jika para elite agama sudah bisa bergandengan saya yakin grassroot juga akan demikian,a�? katanya.

Untuk itu, FKUB akan mencoba menggelar dialog berskala internasional, dengan menghadirkan tokoh lintas agama. Bahkan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan meminta kesediaan Dr Zakir Naik sebagai cendekiawan muslim internasional yang ahli dalam perbandingan agama hadir menjadi salah satu pembicara di Mataram. Harapannya bisa melahirkan deklarasi Lombok tentang kerukunan.

Adapun pelaksanaan dialog itu, Gubernur NTB memberikan arahan kepada FKUB NTB untuk mendiskusikan rencana tersebut dengan majelis-majelis agama secara baik dan matang. Dengan harapan bisa dilaksanakan di bulan November tahun ini. Di NTB sendiri tidak pernah terjadi konflik walaupun berskala kecil. a�?Konflik lebih banyak disebabkan oleh urusan di luar itu dengan membawa sentimen agama,a�? katanya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka