Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Upsus Pajale Tingkatkan Luas Tanam

Bagikan

MATARAM – Program khusus Kementerian Pertanian yang disinergiskan dengan TNI Pendampingan Upaya Khusus (Upsus) Padi Jagung Kedelai (Pajale) Provinsi NTB Tahun 2017 diharapkan mampu meningkatkan luas tanam.

”Pendampingan Upsus Pajale di NTB telah berhasil meningkatkan Luas Tambah Tanam Padi (LTT), Luas Tambah Tanam Jagung (LTJ) dan Luas Tambah Tanam Kedelai (LTK),” kata Kepala BPTP Balitbangtan NTB M Shaleh Mokhtar pada pembukaan Workshop dan Rapat Koordinasi Upsus Pajale Provinsi NTB Tahun 2017 di Senggigi kemarin.

Berdasarkan data BPTP NTB, LTT, LTJ dan LTK untuk bulan Oktober 2016–Maret 2017 berturut-turut mencapai 341.407 hektare, 191.140 hektare, dan 15.786 hektare. Sedangkan LTT, LTJ dan LTK per tanggal 17 April berturut-turut mencapai  20.454 hektare, 3.271 hektare, dan 568 hektare.

”Sebagai daerah penyumbang pangan nasional, NTB terus berupaya mempertahankan swasembada berkelanjutan padi. Di mana target mencapai swasembada berkelanjutan jagung nasional 2017, serta swasembada kedelai di tahun 2020,” terangnya.

Ini sesuai dengan kebijakan Kementerian Pertanian yang menetapkan upaya khusus pencapaian swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai 2015 -2017. Caranya melalui kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan kegiatan pendukung lainnya, seperti pengembangan jaringan irigasi, optimasi lahan, penerapan teknologi jajar legowo, dan optimasi perluasan areal tanam.

Perluasan areal tanam ini melalui Peningkatan Indeks Pertanaman (PAT-PIP kedelai), Perluasan Areal Tanam Jagung (PAT Jagung), penyediaan sarana dan prasarana pertanian benih, pupuk, pestisida dan alat mesin pertanian dan pengawalan pendampingan UPSUS swasembada pangan.

Shaleh menerangkan, pendampingan penerapan teknologi merupakan upaya penyebarluasan (diseminasi, red) teknologi secara terencana, sistematis, dan terkoordinir. Ini agar petani memperoleh bimbingan langsung dari peneliti dan penyuluh guna memudahkan, mempercepat dan memperluas adopsi.

Melalui pendampingan, petani akan mendapatkan bimbingan dalam menentukan komponen teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik lokasi, dan penerapan teknologi yang benar. Dengan demikian petani benar-benar menerapkan teknologi spesifik lokasi dilakukan dengan tepat. Sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan secara nyata dan pada gilirannya akan memotivasi petani untuk mengadopsi teknologi secara berkelanjutan.

Salah satu metode diseminasi dalam pendampingan UPSUS swasembada pangan adalah dengan melakukan workshop atau pelatihan kepada petugas. ”Pelatihan terutama ditekankan pada pemahaman dan penerapan teknologi peningkatan produksi PAJALE,” terangnya.

Sekretaris Dinas Pertanian NTB Ibnu Fiqhi mengatakan, untuk mendorong program ini berjalan, pengembangan teknologi pangan mutlak diperlukan. Seperti misalnya penggunaan pupuk berimbang.

”Pupuk berimbang ini harus diterapkan di lapangan dan peran penyuluh harus berusaha menerapkan teknologi terbarukan yang diterapkan BPTP,” tandasnya. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka