Ketik disini

Headline Tanjung

Asosiasi Pengusaha Boat Gedor Pemkab Lombok Utara Terkait Penertiban Pelabuhan “Tikus”

Bagikan

TANJUNG – Rencana penertiban pelabuhan “tikus” yang digaungkan Pemkab Lombok Utara dalam hal ini Dinas Perhubungan, Kelautan, dan Perikanan (Dishublutkan) Lombok Utara mendapat respons dari asosiasi pengusaha boat Teluk Nara.

Asosiasi Pengusaha Boat Teluk Nara didampingi JPKP Lombok Utara mendatangi kantor bupati Lombok Utara, kemarin (19/2). Perwakilan melakukan audiensi dengan jajaran pemkab Lombok Utara membahas rencana penertiban yang akan dijalankan 20 April (hari ini, Red).

Kedatangan perwakilan asosiasi pengusaha boat Teluk Nara dan JPKP Lombok Utara ini diterima Asisten I Setda Lombok Utara Nanang Matalata, Plt Kepala Dishublutkan didampingi Kabid Perhubungan Laut, dan Plt Kepala Disbudpar Lombok Utara.

Perwakilan Asosiasi Pengusaha Boat Teluk Nare Mahbuh F. Efendi mengungkapkan, pihaknya mendukung rencana pemerintah untuk melakukan penertiban. Namun sebelum penertiban dilakukan, fasilitas penyeberangan yang ada di dermaga Teluk Nara harus dilengkapi terlebih dulu. ”Kami mengiyakan rencana penertiban dan kami siap diatur. Tapi fasilitas di Teluk Nara juga harus diperhatikan. Dengan jumlah speedboat yang mencapai 45 unit, dermaga Teluk Nara masih belum bisa menampung seluruhnya,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah meninjau kembali rencana penertiban yang akan dilakukan. Jika perlu, pemerintah bersama asosiasi turun langsung melihat kondisi di dermaga. Apakah mampu menampung seluruh speedboat atau tidak.

Menurut Mahbuh, saat long weekend, ribuan wisatawan akan menyeberangan ke tiga gili. Seandainya keberadaan pelabuhan “tikus” ditertibkan, apakah pemerintah menjamin kenyamanan wisatawan yang harus melewati Teluk Nara dengan kondisi saat ini.

Sementara itu, perwakilan boatman Arif Rahman mengatakan, terlalu dini jika pemerintah melakukan penertiban pelabuhan tikus. Apalagi sarana dan prasarana di dermaga Teluk Nara belum lengkap. ”Kami minta dermaga apung di Teluk Nara diperpanjang sejak sebulan yang lalu. Tapi sampai sekarang belum diperpanjang. Ini agar seluruh kapal bisa tertampung, bukan kami tidak patuhi aturan,” tandasnya.

Selain itu, faktor keamanan dan kenyamanan di Teluk Nara juga dinilai belum maksimal. Mulai dari kebersihan dan tempat parkir boat perlu dibenahi. ”Aman tidak untuk transit, karena kami lihat potensi kecelakaan masih tinggi kalau tidak ada peningkatan fasilitas,” katanya.

Menanggapi keluhan ini, Asisten I Setda Lombok Utara Nanang Matalata mengakui jika saat ini fasilitas yang ada di Teluk Nara belum representatif. ”Tugas pemerintah memang membangun fasilitas untuk melakukan pelayanan. Inilah yang dilakukan secara bertahap,” katanya.

Dijelaskan, dalam rangka pembenahan dan memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi wisatawan, maka penataan pelabuhan tikus harus dilakukan dan seluruh penyeberangan ke tiga gili harus melalui Teluk Nara ke depannya. ”Tahun 2018 dermaga akan diperpanjang dan dilebarkan. Ini untuk menampung kapal dan memberikan pelayanan yang nyaman bagi wisatawan,” tuturnya. ”Kami minta SKPD terkait bisa bekerja cepat untuk melengkapi fasilitas ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dishublutkan Lombok Utara Samsul Rizal mengatakan, fasilitas yang ada di terminal dan dermaga Teluk Nara memang masih kurang. Untuk itu pihaknya akan melengkapi sesuai kekuatan anggaran yang ada di instansinya. Untuk dermaga, pihaknya memang merencanakan akan melakukan pembenahan khususnya dengan menambah panjang dan lebar dermaga apung menjadi 50 meter agar bisa menampung seluruh kapal. ”Selain fasilitas kita juga akan benahi SDM yang akan ditempatkan di sana,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Samsul mengungkapkan rencana penertiban pelabuhan tikus akan ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan. Hal ini sesuai arahan bupati, agar dinas terkait bisa menyosiliasikan kembali dan menyerap aspirasi pelaku wisata. ”Penertiban tetap dilakukan tetapi jadwalnya ditunda,” tandasnya.

Suasana audiensi sempat memanas, ketika Kabid Perhubungan Laut Dishublutkan Johan E. Repi tetap bersikukuh melakukan penertiban pelabuhan tikus. Karena jika tidak ditertibkan banyak potensi PAD yang akan menguap. ”Sebelum berencana menertibkan kita sudah sosialisasi dan berikan surat imbauan maupun teguran. Semua sudah sesuai prosedur,” ungkapnya.

Meskipun sempat diwarnai adu mulut, pertemuan tersebut mencapai kesepakatan jika penertiban pelabuhan “tikus” akan ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka