Ketik disini

Metropolis

ITDC Cairkan Rp 12,4 Miliar Untuk Uang Kerahiman Lahan KEK Mandalika

Bagikan

MATARAM – Setelah terus didesak, PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) akhirnya mencairkan uang kerahiman bagi warga pengelola lahan di KEK Mandalika Resort. Dalam pencairan pertama di Gedung Sangkareang NTB itu, perusahaan milik negara ini memberikan uang senilai Rp12,4 miliar lebih bagi 24 orang warga.

Uang tersebut diberikan dalam bentuk buku rekening tabungan oleh Asisten I Setda NTB M Agus Patria yang mewakili Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi. Penyerahan disaksikan pejabat Kejaksaan Tinggi NTB, Polda NTB, Danrem 162/WB, beberapa kepala SKDP dan jajaran ITDC. Tapi dari 24 orang penerima, hanya 14 warga saja yang diberikan secara langsung. Semenatra 10 orang lainnya tertunda karena belum lengkap syarat administrasi bank-nya.

Direktur Pengembangan PT ITDC Edwin Darmasetiawan dalam pertemuan itu mengatakan, pemberian uang kerahiman merupakan tahapan yang sangat penting dalam pengembangan Mandalika sebagai destinasi pariwisata baru berkelas dunia. Tahapan penyelesaian lahan harus dilalui untuk memperlancar pembangunan ke depan.

Pembangunan hotel dan fasilitas lainnya di Mandalika menurutnya tidak lain adalah untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat NTB, khususnya warga yang tinggal di kawasan Mandalika. Semua bangunan properti yang dilakukan nanti akan menyerap ribuan tenaga kerja dari desa-desa penyangga maupun dari NTB. Seperti yang dilakukan ITDC di Nusa Dua Bali dengan luas lahan hanya 200 hektare bisa menyerap 8.000 tenaga kerja lokal. ”Kita harap dapat berlipat ganda dengan luas kawasan (Mandalika) yang kita garap empat kali lebih besar,” katanya.

Karena itu, Edwin berharap warga tidak melihat pembangunan Mandalika dalam jangka pendek, tetapi harus dilihat dalam jangka panjang. Di mana generasi penerus, anak cucu atau tenaga kerja lokal akan bisa bekerja di tempat itu.

Terkait pembayaran uang kerahiman, Edwin mengatakan, hal itu sudah sesuai dengan prosedur. Mulai dari arahan pemerintah pusat, verifikasi dari tim pemerintah daerah bersama TNI dan Polri yang telah bekerja maksimal di lapangan. Sampai akhirnya gubernur mengeluarkan surat perintah untuk pembayaran terhadap 24 orang yang menguasai lahan seluas 2.774,17 are dengan nilai uang kerahiman Rp 12,4 miliar lebih. Hanya saja dari 24 orang, baru 14 orang yang bisa diberikan uang. Sementara 10 orang belum karena tiga diantaranya meninggal dunia. Sehingga harus dilengkapi dengan surat ahli waris sebagai persyaratan di bank. Sementara tujuh orang lainnya belum diberikan karena ada perbedaan data antara nama penerima dengan nama rekeing bank.

”Kita harapkan dalam dua tiga hari ini bisa diselesaikan, agar pencairannya segera,” katanya.

Demi kelancaran pembangunan Mandalika, Edwin mengharapkan dukungan semua pihak. Mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polisi, investor dan masyarakat agar pembangunan lebih lancar. Tanpa dukungan itu, pembangunan akan sulit dilakukan.

Asisten I Setda NTB M Agus Patria menambahkan, dengan pemberian uang kerahiman, maka diharapkan proses pembangunan Mandalika berjalan lancar. Selain itu dibutuhkan kemitraan semua pihak baik pengusaha, pemerintah, aparat dan masyarakat. Sebab mafaat yang akan didapatkan dengan pembangunan ini sangat besar.

Ia menilai, ada komitmen yang kuat dalam mempercepat pembangunan ini, sehingga pemprov optimis pembangunan bisa terealisasi dengan cepat. Menurutnya, gubernur memberikan penekanan agar pembangunan Mandalika ke depan harus dinikmati masyarakat. ”Karena itu kami minta tolong masyarakat jaga kenyamanan dan keamanan,” katanya.

Sementara itu, H Sabaruddin salah seorang warga yang memiliki lahan seluas 52 are mengatakan, setelah puluhan tahun berjuang untuk mendapatkan haknya, akhirnya baru terealisasi saat ini. Total dana yang didapatkan Rp 225 juta. Karena itu ia merasa sangat bersyukur kepada semua pihak yang membantu mereka. Ia mengaku akhirnya mau menerima uang kerahiman karena hanya itu yang terbaik bagi warga.

Sabaruddin berharap setelah Mandalika beroperasi, maka warga sekitar diprioritaskan untuk mengisi lowongan kerja yang ada. Mereka sendiri siap membantu menciptakan keamanan di kawasan tersebut. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka