Ketik disini

Tanjung

Ratusan Usaha Wisata di Lombok Utara Terancam Dibekukan

Bagikan

TANJUNG – Langkah tegas rupanya dipilih Pemkab Lombok Utara. Ini agar pengusaha mau mengurus Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Pemkab dalam hal ini Disbudpar Lombok Utara mengingatkan pengusaha yang tidak mengurus TDUP. Karena jika tidak mengurus, usahanya terancam dibekukan.

Hal ini disampaikan Kabid Penataan Destinasi dan Usaha Pariwisata Disbudpar Lombok Utara Wayan Bratayasa dalam sosialisasi kepada pengusaha, kemarin. ”Sosialisasi ini akan kita lakukan empat kali tahun ini. Sekarang di Kecamatan Pemenang, kemudian tiga gili dan Senaru juga akan disasar,” ujarnya.

Dijelaskan, saat ini ada 1.155 usaha pariwisata seperti travel agen, restoran, penginapan, dan money changer. Namun yang sudah mengantongi TDUP baru 507 tempat usaha. ”Padahal hal ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada wisatawan dan persaingan terhadap usaha itu sendiri,” jelasnya.

Brata tidak menampik jika Gili Trawangan menjadi lokasi yang masih banyak pengusaha belum memiliki TDUP. Dari pendataan yang dilakukan jumlah usaha pariwisata di Gili Trawangan mencapai 599, tetapi yang sudah mengantongi TDUP sebanyak 245. ”Karena di sana paling banyak, maka kita akan sasar selanjutnya,” katanya.

Lebih lanjut, Brata menjelaskan pengurusan TDUP merupakan implementasi dari Undang-undang 10 tahun 2009 tentang industri kepariwisataan. Di mana dalam prosesnya tidak mengeluarkan biaya. Untuk itu bagi pengusaha yang belum mengurus diminta untuk segera mengurus. ”Mindset mereka ini berhubungan dengan pajak padahal tidak. Kita harap dengan sosialisasi ini pengusaha bisa paham. Karena jika tidak mengurus tidak menutup kemungkinan usaha pariwisata mereka bisa dibekukan karena tidak sesuai aturan,” pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka