Ketik disini

Headline Sumbawa

Aida ! Birokrasi Sumbawa Lelet, Serapan Anggaran Hanya 4,5 Persen

Bagikan

SUMBAWAA�– Serapan anggaran triwulan pertama tahun anggaran 2017 yang baru 4,5 persen mendapat sorotan dewan. Anggota Fraksi Golkar, Berlian Rayes menilai minimnya serapan anggaran triwulan pertama ini menggambarkan ada yang tidak beres di birokrasi Kabupaten Sumbawa.

“Tentu ini menjadi pertanyaan. Ada apa di kalangan birokrasi kita. Terutama di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Sumbawa ini menilai capaian yang belum maksimal ini harus mendapat perhatian serius dari pimpinan daerah. Khususnya tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Sehingga menjadi salah satu bahan dan rujukan untuk melakukan penilaian dan evaluasi kinerja para kepala OPD yang ada. Karena apabila kondisi ini tidak disikapi maka akan berdampak terhadap banyak hal. Salah satunya adalah ancaman pemotongan anggaran dari pusat.

“Evaluasi harus segara dilakukan. Sehingga bisa segera diketahui penyebabnya. Apakah karena koordinasi yang yang kurang atau memang ada yang memang tidak bisa bekerja. Kalau yang kinerja bagus juga harus diberi penghargaan,” katanya.

Sebagai wakil rakyat, Berlian berharap pemerintah daerah bisa belajar dari pengalaman sebelumnya terkait realisasi anggaran. Karena kondisi ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap masyarakat Kabupaten Sumbawa.

Khusus terhadap para kepala OPD, anggota dewan asal Kecamatan Utan ini berharap agar semuanya berikhtiar dan ikhlas bekerja. Dia tidak ingin ada sejarah baru yang tercipta di Kabupaten Sumbawa yang diistilahkan dengan pembangkangan birokrasi yang selama ini tidak pernah terjadi.

“Ingat sekda itu adalah pimpinan birokrasi. Kalau sekda saja sudah tidak dihargai apalagi yang lain. Ini harus dievaluasi. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan,” katanya. (aen/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka