Ketik disini

Selong

Baru 68 Persen Warga Lotim Miliki Akta Kelahiran

Bagikan

SELONG – Kepemilikan Akta Kelahiran di Lombok Timur (Lotim) masih di bawah target nasional. Dari penjelasan Asisten I Setda Lotim, M Juaini Taufik, saat ini warga yang memiliki akta kelahiran di Lotim hanya sekitar 68 persen.

“Jumlah ini masih dibawah target nasional 80 persen,” kata dia kepada Lombok Post.

Padahal berdasarkan Perda nomor 2 tahun 2015 tentang pendaftaran penduduk, salah satu hak dari warga negara khususnya anak adalah mendapatkan akta kelahiran. Hanya saja, terdapat beberapa persoalan yang dihadapi membuat banyak warga Lotim kesulitan mendapatkan akta kekahiran.

Misalnya, untuk mendapatkan akta ini dibutuhkan persyaratan administrasi. Mulai dari KTP kedua orang tua, kartu keluarga buku nikah dan yang lainnya.

“Kendala inilah yag menyebabkan kita di Lotim baru 68 persen penduduk yang memiliki akta kelahiran. Karena tidak semua masyarakat mampu untuk mengurus hal ini,” kata Juaini.

Memanfaatkan momentum Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang akan dicanangkan hari ini di Terara, Juaini mengaku akan mendorong kepemilikan akta kelahiran. Mengingat, pencanangan BBGRM ini berlangsung selama sebulan sejak 22 April sampai 21 Mei mendatang.

“Satu bulan ini kami akan mengajak masyarakat gotong royong bagaimana membantu sesama agar memiliki akta kelahiran minimal bisa 20 persen di bulan ini. Agar target nasional bisa tercapai,” harapnya.

Persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini menurutnya banyak masyarakat tidak mampu mengurus berkas-berkas persayaratan pembuatan akta kelahiran. Sehingga, peran kepala dusun, kepala desa, hingga kecamatan diharapkan aktif membantu warga mengurus berkas persyaratan kepemilikan akta kelahiran.

“Kami ingin semua masyarakat terlibat membantu warga yang belum memiliki akta kelahiran. Satu bulan ini kami targetkan 100 akte kelahiran di setiap desa. Sehingga, di 254 desa yang ada di Lotim di dapat 25.400 akta bisa dimiliki warga,” ungkapnya.

Saat ini dikatakan Juaini banyak program-program penanggulangan kemiskinan yang membutuhkan persyaratan administrasi akta kelahiran. “Malah saya berpikir pertumbuhan ekonomi tinggi tapi tidak sejalan dengan program penanggulangan kemiskinan. Ini bisa jadi karena masyarakat tidak mampu menangkap atau mengakses program itu akibat tidak memiliki administrasi yang baik,” jelasnya.

Distrik Koordinator Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Kesejahteraaan (Kompak) Nanik Muntohir juga siap menyukseskan tekad pemkab Lotim. Bekerjasama dengan pemerintah, ia mengaku kehadiran Kompak akan mendukung peningkatan dan percepatan kepemilikian akta kelahiran. “Lewat BBGRM inilah kami akan mendorong masyarakat untuk memiliki admioistrasi yang lengkap,” ujarnya.

“Kami sia mensupport untuk mempercepat kepemilikan akta kelahiran. Bekoordinasi dengan pemerintah, masyarakat dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lotim,” imbuhnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka