Ketik disini

Feature Headline Jejak Langkah

Jejak Maulanasyaikh (7) : Pelopor Pendidikan Islam Modern di NTB

Bagikan

Kiprah TGKH M Zainuddin Abdul Madjid di bidang dakwah dan pendidikan tidak diragukan lagi. Terutama setelah mendirikan Organisasi Nahdlatul Wathan (NW) tahun 1953, gerakan dalam membangun umat semakin masif. Ratusan lembaga pendidikan, panti asuhan didirikannya, dan hingga saat ini lembaga-lembaga itu terus mencetak sumber daya manusia bagi bangsa Indonesia.

*** A� A�

Dengan mendirikan Mandrasah NWDI tahun 1937, TGKH M Zainuddin Abdul Madjid mencatatkan sejarah baru. Dia dianggap mempelopori pendidikan Islam Modern di NTB.

Madrasah NWDI dan NBDI berkembang pesat, dan tahun 1953 sudah sebanyak 66 madrasah di seluruh Lombok. Sehingga untuk mengakomodir semua madrasah itu, Kiai Hamzanwadi mendirikan organisasi NW.

Organisasi NW yang didirikannya memiliki tujuan utama yakniA� meninggikan kalimat Allah dan memuliakan Islam dan kaum muslimin untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Dalam rangka mencapai tujuan itu, ditetapkan ruang lingkup NW ke dalam tiga hal, yakni menyelenggarakan pendidikanA� melalui pondok pesantren, diniyah, madrasah/sekolah mulai dari tingkat kanak-kanak hingga perguruan tinggi, kursus-kursus, serta meningkatkan pendidikan, pengajaran dan kebudayaan.

Menyelenggarakan kegiatan sosial seperti mendirikan panti asuhan, asuhan keluarga, asrama pelajar, pos kesehatan pondok pesantren, balai pengobatan, balai kesehatan ibu dan anak, klinik keluarga hingga rumah sakit.

Serta menyelenggarakan usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan ajaran islam dan tidak bertentangan dengan ketentuan UU RI.

TGKH M Zainuddin Abdul Madjid menyadari betul bahwa perjuangan tidak cukup sampai merebut kemerdekaan, tetapi harus diteruskan dengan mempersiapkan bangsa Indonesia yang kuat.

Hal itu dilakukan melalui sektor pendidikan untuk menyiapkan generasi penerus yang beriman dan memiliki pengetahuan luas, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan.

Di mana titik tekan perjuangan NW adalah pada kerja-kerja kultural yakni dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah. Dan bidang pendidikan merupakan basis pertama dari gerakan NW.

Hal ini dapat dilihat dari upaya TGKH M Zainuddin Abdul Madjid dalam membentuk kader-kader NW yang memiliki basis keilmuan seimbang antara ilmu agama dengan pengetahuan umum.

Untuk merealisasikan pokok-pokok pikiran di bidang pendidikan, maka NW yang didirikan berusaha membangun institusi pendidikan yang variatif, yakni dengan mendirikan sekolah agama dan sekolah umum.

Sepertti MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA, perguruan tinggi agama dan perguruan tingga umum. Juga lembaga kursus seperti kursus menjahit, pertukangan, elektronik dan sebagainya.

Untuk merealisasikan misi pendidikannya ini, TGKH M Zainuddin Abdul Madjid sejak awal mengirim kader-kader NW potensial untuk menuntut ilmu ke perguruan tinggi di Pulau Jawa.

Dalam perkembangannya, lembaga-lembaga pendidikan NW berkembang pesat, tahun 1953 sebanyak 66 madrasah meningkat signifikan tahun 1994 sebanyak 675 lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi.

Kemudian untuk mengalela lembaga-lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan NW, maka ia membentuk Yayasan Hamzanwadi. Nama ini diambil dari akronim nama TGKH M Zainuddin Abdul Madjid. (bersambung/r7/SIRTUPILLAILI)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka