Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Ekspor NTB Belum Bisa Lepas dari Sektor Tambang

Bagikan

MATARAMA�– Nilai ekspor NTB selama bulan Maret 2017 sebesar 135.640.406 US Dolar. Nilai tersebut meningkat 34,555 persen dibandingkan dengan keadaan bulan sebelumnya, dengan nilai ekspor sebesar 391.395 US Dolar. A�Sejauh ini ekspor NTB masih belum mampu untuk lepas dari bayangan sektor pertambangan.

a�?Hal ini disebabkan oleh meningkatnya ekspor barang tambang atau galian nonmigas,a�? kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB Kadek Adi Madri di kantornya Jumat (21/4).

Pada Maret lalu, ekspor terbesar ditujukan ke Philipina mencapai 61.461.976 US Dolar pada posisi 45,31 persen. Jepang sebesar 32.442.885 US Dolar dengan 23,92 persen dan Korea Selatan sebesar 25.812.054 US Dolar sekitar 19,03 persen. Jenis barang yang diekspor pada bulan Maret 2017 terdiri dari barang tambang atau galian nonmigas senilai 135.015.170 US Dolar pada 99,54 persen. Ikan dan udang senilai 253.081 US Dolar pada 0,19 persen. Ada juga perhiasan atau permata 201.246 US Dolar sekitar 0,15 persen.

a�?Selebihnya adalah garam, belerang, kapur, barang-barang rajutan, olahan dari tepung dan lain-lain,a�? jelasnya.

Khusus nilai impor bulan Maret 2017 sebesar 8.341.368 US Dolar. Nilai ini meningkat 230,76 persen dibandingkan bulan Februari 2017 yang bernilai 2.521.851 US dolar. Negara asal impor terbesar pada bulan Maret 2017 adalah Thailand senilai 4.505.091 US Dolar pada 54,01 persen, Amerika Serikat senilai 1.825.398 US Dolar sekitar 21,88 persen, dan Singapura senilai 731.581 US Dolar kisaran 8,77 persen. Jenis barang impor bulan Maret 2017 dengan nilai terbesar adalah gula dan kembang gula senilai 4.505.091 US Dolar posisi 54,01 persen. Mesin-mesin atau pesawat mekanik senilai 1.738.998 US Dolar kisaran 20,85 persen.

a�?Sementara impor bahan bakar mineral senilai 606.101 US Dolar sekitar 7,27 persen,a�? tandasnya. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka