Ketik disini

Metropolis

Kisruh Toko di Cakranegara, Pedangang Tolak Negosiasi

Bagikan

MATARAMA�– Sejumlah pedagang di Jalan AA Gde Ngurah dan di Jalan Selaparang, Cakranegara enggan menanggapi bola panas yang digelindingkan Pemkot Mataram. Memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), para pedagang tersebut menolak bernegosiasi dengan pemerintah yang hendak menarik kembali bangunan yang diklaim sebagai aset Negara.

“Wong kita sudah punya sertifikat kok,a�? kata salah seorang pedagang yang sudah puluhan tahun berusaha di sana.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Keuangan Daerah H Syakirin Hukmi mengatakan, saat rapat terdahulu memang tak semua pedagang hadir. Entah karena sudah mengantongi SHM dan enggan bernegosiasi atau memang kesibukan lain. Yang pastiA� Pemkot Mataram tetap akan berjalan dengan rencana awal.

“Mereka ada alasan sendiri untuk tak hadir,a�? ujarnya.

Rencana awal tersebut adalah mengembalikan seperti sedia kala semua aset yang merupakan milik Negara. Dia membenarkan di jalan AA Gde Ngurah ada sejumlah bangunan yang sudah berubah status menjadi SHM. Bahkan di Jalan Selaparang yang menghadap utara, jumlah SHM lebih banyak lagi dan mendominasi ketimbang yang berstatus sewa ataupun Hak Guna Bangunan (HGB).

“Itu sedang kita dalami,a�? ujarnya.

Dia berharap masyarakat yang mendiami lokasi tersebut untuk berusaha mau menunjukkan iktikad baik untuk bekerja sama. Pemkot Mataram kini memang tengah mencari dan membongkar data lama. Dari sana diharapkan sengkarut persoalan aset ini bisa terurai.

Namun terkait perkembangannya, hingga kini masih tampak sumir. Belum ada kejelasan sama sekali.

Dijelaskan Syakirin, dulunya aset-aset tersebut dikerjasamakan dalam bentuk HGB. Namun setelah sekian puluh tahun, masa penggunaan habis. Pemerintah memutuskan tak memperpanjang lagi HGB, sehingga beberapa statusnya berubah menjadi sewa.

“Untuk sekian waktu tertentu, kalau habis perpanjang lagi, seperti perpanjangan SIM,a�? katanya memberi perumpamaan.

Yang pasti, ia meyakini seluruh bangunan di sana adalah sah milik Negara. Pemkot Mataram lanjutnya tak pernah merasa menjual aset tersebut. Tetapi ia belum bisa memastikan apakah ada oknum yang sempat bermain dan menjual saat terdahulu, sehingga bisa muncul SHM di sejumlah pedagang.

Dia juga belum menjelaskan apa lanjutan langkah yang ditempuh jika nantinya SHM yang dimiliki tersebut terbukti asli. Sehingga aset tak mungkin lagi diambil pemerintah. Yang pasti hingga kini pedagang bersikeras dengan pendiriannya. Pemkot Mataram juga demikian tetap yakin dengan pendiriannya.

“Itulah perlunya duduk bersama membahas hal ini,a�? tukasnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka