Ketik disini

Praya

Dituding Plagiat, Raperda Penanggulangan Bencana Loteng Ditolak

Bagikan

PRAYA-Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang, penanggulangan bencana daerah ditolak Pansus II DPRD Lombok Tengah (Loteng). Penyebabnya, karena beberapa isi pasal yang tercantum, tidak dilandasi tinjauan akademis. Parahnya lagi, disinyalir plagiat dari perda daerah lain.

a�?Seharusnya, Raperda itu diketok dalam sidang paripurna Kamis, besok. Tapi, kami sepakat ditunda saja,a�? kata Anggota Pansus II DPRD Loteng TGH Jamaluddin pada Lombok Post, kemarin (26/4).

Pansus II pun menyarankan agar eksekutif, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, memperbaikinya. Dengan cara, duduk bersama dengan pakar hukum dibeberapa perguruan tinggi. Kemudian, mengubah pasal-pasal yang disinyalir dikutip dari sejumlah aturan sebelumnya.

Lalu, lanjutnya melaksanakan konsultasi ulang ke pusat. Keputusan itu, tekan TGH Jamaluddin untuk mendapatkan payung hukum yang mendekati sempurna. Karena biar bagaimana pun, aturan tersebut hajat utamanya untuk kepentingan masyarakat. Bukan pemerintah, dewan atau pihak mana pun.

a�?Kami di Pansus II juga mengoreksi usulan alokasi anggaran. Mereka meminta 2 persen dari APBD. Itu nilainya terlalu besar,a�? sindirnya.

Jika dihitung, terang TGH Jamaluddin diperkirakan mencapai Rp 15 miliar lebih. Anggaran sebesar itu, tentu tidak sebanding dengan situasi bencana daerah. Di Loteng, kuantitas bencananya kecil, tidak seperti kabupaten/kota lain di NTB.

a�?Saat ini, untuk mobil pemadam kebakaran saja, ada lima unit. Kami rasa itu sudah cukup. Termasuk, fasilitas lainnya,a�? cetus politisi Partai Demokrat tersebut.

Senada dikatakan Ketua DPRD Loteng H Puaddi FT. Menurutnya beberapa hari ini dewan tengah sibuk menyelesaikan tugas Pansusnya masing-masing. Ada dua Pansus yang terbentuk, yaitu Pansus LKPJ Kepala Daerah dan Pansus Raperda Penanggulangan Bencana Daerah, serta Raperda Pengolahan Limbah Domestik.

a�?Yang paling seru, di Pansus II. Pembahasan dua Raperdanya masih alot. Tapi, mudah-mudahan selesai sesuai jadwal,a�? kata politis Partai Golkar tersebut.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Loteng Chairil Ishak merasa, tidak ada usulannya yang ditolak dewan. Kecuali, diminta dikoreksi saja. a�?Dalam waktu dekat ini, kami akan menyamakan persepsi. Sekali lagi, tidak ada yang ditolak,a�? kilahnya.

Ia membeberkan, usulan anggaran 2 persen dari nilai APBD, cukup rasional. Karena, Loteng seringkali dilanda bencana. Di tahun 2016 lalu saja, total bencananya mencapai 46 kali. Kemudian, beberapa bulan di tahun ini sudah 31 kali. Bencana tersebut, ada angin puting beliung, longsor, banjir, kebakaran dan gempa bumi.

a�?Insya Allah, kami akan datangkan tim ahli dari Unram. Setelah itu, kami akan membawa 25 pimpinan dan anggota Pansus ke Jakarta,a�? ujar Chairil.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka