Ketik disini

Headline Metropolis

Menikmati Malaysia di Genting Highlands (2-Habis) : Orang Tua Duduk di Kursi Roda pun Main di Casino

Bagikan

Genting Highlands di Malaysia terkenal sebagai lokasi perjudian terbesar di Asia Tenggara. Banyak orang yang sengaja datang jauh-jauh ke puncak pegunungan Titiwangsa di perbatasan Pahang dan Selangor itu, khususnya untuk masuk ke Sky Casino.

a��a��a��a��a��a��a��

 

SEBUAH papan petunjuk menjadi penuntun menuju Sky Casino. Lokasinya di lantai paling bawah. Kami harus melalui empat eskalator untuk turun sesuai papan petunjuk. Di bawah, banyak orang. Sebagian besar memilih selfie-selfi. Kebetulan banyak background yang bagus. Sayang untuk tidak mengabadikan diri.

Ya, layar-layar raksasa terpampang di beberapa sisi bangunan empat lantai itu. Layar-layar itu menampilkan slide gambar-gambar pemandangan alam.

Di bagian tengah lantai dasar tersebut, terdapat dua mobil antik yang dipajang di atas panggung. Di sisi kanan (dari arah eskalator) panggung mobil ukuran mini itu ada sisi tembok berwarna cokelat muda. Ukurannya sekitar 5 x 10 meter. Di tengahnya terdapat tulisan a�?Sky Casinoa�?. Banyak juga yang memanfaatkannya sebagai background untuk selfie. Termasuk penulis, Direktur Manado Post Marlon Sumaraw, dan Direktur Lombok Post Haliludin. a�?Ini dia tempatnya,a�? kata Marlon. a�?Ayo kita masuk,a�? lanjutnya.

Langkah kami terhenti. Dua orang pria dan wanita mencegat salah seorang di antara kami karena membawa tas ransel. Petugas wanita dengan badge bertuliskan a�?polis bantuana�? itu meminta Haliludin menitipkan dulu tas ranselnya di tempat khusus. Sementara, kami memutuskan untuk berdiam sejenak di depan pintu masuk.

Sambil berdiskusi bertiga, kami menyaksikan orang-orang yang masuk. Tiba-tiba dua orang, salah satunya wanita mengenakan jilbab dan bercadar dicegat dan tidak diizinkan masuk. a�?Harama�� haram,a�? kata petugas pria kepada pengunjung itu sambil melambai-lambaikan tangannya.

Beberapa saat kemudian, kami memutuskan masuk bergiliran. Haliludin tetap menunggu di luar.

Bagian dalam Sky Casino ternyata sangat luas. Kira-kira seukuran lapangan sepak bola. Ada banyak arena permainan. Ada jackpot dan lainnya. Banyak orang di tempat itu. Sebagian besar sudah berusia lanjut. Dari warna kulit dan bentuk mata, mereka rata-rata orang keturunan.

Di depan sebuah mesin jackpot, seorang pria juga lanjut usia terlihat duduk santai, bersandar di kursi. Dia mengisap dalam-dalam asap rokoknya. Sesekali tangan kirinya membuang abu rokok dalam asbak.

Di bagian lain, beberapa pria yang berdiri bergerombol di depan mesin tampak bersorak-sorak. Mereka nampak bahagia. Yang membuat kami sedikit geleng-geleng, ada pengunjung yang sudah berusia lanjut dan menggunakan kursi roda. Dari raut wajahnya, dia kelihatan bahagia berada di tempat itu. Tidak hanya satu orang. Kami menemukan sampai tiga orang di sudut-sudut berbeda.

Kami beralih ke tempat lainnya, di mana orang-orang duduk rapi. Mereka mengitari seorang pria yang berpakaian rapi, mengenakan kemeja putih dan berdasi kupu-kupu warna hitam, membentuk setengah lingkaran. Ternyata mereka sedang bermain kartu. Beberapa orang pria dan wanita yang baru datang juga mendekat.

Dari belakang kursi orang-orang yang duduk, seorang pria maju agak ke depan menyerahkan beberapa lembar uang ringgit kepada pria yang rupanya bandar permainan tersebut. Dengan cekatan si pria rapi menghitung lembar demi lembar uang yang diserahkan bersama kartu yang sepertinya kartu member.

Si bandar kemudian memasukkan uang tersebut ke dalam boks yang tersedia di sebelah kanannya. Lempengan-lempenganA� bundar mirip alat permainan karambol kemudian diberikan kepada pria yang menyerahkan uang tadi.

Selanjutnya ada yang meletakkan satu lempengan dan dua lempengan di dalam kotak yang dibatasi garis. Si bandar mengambil kartu remi yang keluar dari mesin di sebelah kirinya. Kartu pertama dimasukkan ke dalam kotak. Kartu kedua sampai kartu ketujuh di letakkan berjejer di atas meja. Masing-masing tiga kartu. Ada puluhan meja tempat permainan yang sama di area itu.

Rasa penasaran tentang suasana di Sky Casino pun terobati. a�?Cukup ya, yang penting kita sudah lihat,a�? kata Marlon sambil berjalan keluar.

Tidak hanya Casino, di kawasan ini juga terdapat convention centre, hotel, dan pusat kuliner Malaysian Food Store. Nah, di lokasi terakhir, Malaysian Food Store tersedia aneka jenis makanan khas Malaysia. Cuma, pengunjung terutama yang baru datang ke sana sedikit bingung dengan model transaksinya.

Untuk menikmati kuliner di tempat ini, pengunjung harus memasukkan deposit dalam jumlah tertentu di kasir. Selanjutnya kasir akan memberikan kartu sesuai jumlah deposit untuk membayar makanan yang dipesan di gerai-gerai yang ada. Jika deposit kurang harus ditambah lagi ke kasir. Kalau lebih, kelebihan deposit bisa ditukar dengan mengembalikan kartu. Ya, begitulah Genting Highlands. (Jony M/r1)

Komentar

Komentar

Tags: