Ketik disini

Giri Menang

Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, Puluhan Jurnalis a�?Geruduka�? Kantor Dewan

Bagikan

GIRI MENANGA�– Pernyataan a�?nakala�? oknum anggota DPRD Lobar dalam sidang paripurna beberapa hari lalu berbuntut panjang. Pernyataan tersebut diduga telah melecehkan profesi wartawan. Sehingga puluhan wartawan yang tergabung dalam FPII, IJTI, dan IPJI menggelar aksi di depan kantor DPRD Lobar, kemarin (27/4).

Puluhan jurnalis dari berbagai media cetak dan elektronik berdemonstrasi mendesak agar oknum dewan tersebutA� segera meminta maaf secara terbuka. Mereka juga keberatan dengan pernyataan tersebut dan ingin meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan.

Sebagai bentuk protes, para awak media ini menggelar aksi teatrikal dengan menabur bunga di atas kartu pers masing-masing. Itu sebagai bentuk kekecewan mereka bahwa profesi jurnalis telah dilecehkan.

Koordinator aksi, Ahmad Sahib dalam orasinya mengutuk pernyataan a�?nakala�? oknum dewan tersebut. Sahib menyayangkan pernyataan yang keluar dari anggota dewan yang terhormat. Seharusnya sopan dan beretika, malah sebaliknya.

Terlebih lagi, pernyataan a�?nakala�? itu disampaikan saat sidang paripurna yang dihadiri oleh sejumlah tamu-tamu penting dan terhormat. “Pernyataan itu bisa menimbulkan pemahaman yang multitafsir dan preseden buruk,a�? tegasnya.

Terkait persoalan itu, kalangan wartawan menyampaikan beberapa pernyataan sikap. Antara lain mengecam dan menolak segala bentuk tindakan pelemahan dan upaya pembungkaman kebebasan berekspresi para jurnalis di NTB, khususnya di Kabupaten Lobar.

Kedua, menuntut yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi agar tidak menimbulkan fitnah. Selanjutnya, para wartawan mendesak agar oknum bersangkutan meminta maaf kepada insan pers dalam waktu 3×24 jam.

Paska melakukan aksi beberapa jam, unsur pimpinan DPRD Lobar akhirnya bersedia menemui para awak media. Unsur pimpinan yang diwakili oleh Wakil Ketua I Multazam, dalam kesempatan itu meminta maaf secara kelembagaan. a�?Kami akan koordinasikan, kami kan diberi waktu 3×24 jam,a�? janjinya.

Dalam kesempatan itu, kalangan dewan meminta dan mengundangan para awak media untuk berdiskusi di dalam ruangan. Namun, para wartawan menolak dan meminta agar oknum yang bersangkutan menemui masa aksi di luar.

Sementara itu, oknum anggota DPRD Lobar yang diduga melecehkan profesi wartawan H Zulkarnaen dalam sambungan telepon kepada salah seorang wartawan mengatakan bahwa persoalan itu seharusnya tidak diperpanjang. Karena sebelumnya dirinya langsung meminta maaf setelah melontarkan ucapan tersebut.

Zulkarnain mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pimpinannya di DPD Golkar NTB. Setelah konsultasi tersebut, dirinya secara kelembagaan akan mengundang insan pers yang bertugas di Kabupaten Lobar.

“Kita akan undang rekan-rekan pers, tujuannya agar persoalan ini tidak membias,a�? imbuhnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka