Ketik disini

Headline Politika

Pengamat Sebut Ada Kejanggalan dalam SK Kepengurusan DPD Gerindra NTB

Bagikan

MATARAMA�– Polemik kepengurusan baru DPD Partai Gerindra masih bergulir. Masing-masing pihak saling merapatkan barisan. Mereka yang solid dengan H Willgo Zainar enggan berkomentar lebih jauh. Tetapi pihak lainnya, tengah sibuk menyiapkan gawe besar untuk pelantikan ketua yang baru di kantor DPD Partai Gerindra NTB, di jalan Majapahit.

Menanggapi hal ini, pengamat politik NTB Agus turut mempertanyakan Surat Keputusan (SK) pengangkatan ketua yang baru. Pertama, mengenai keaslian SK tersebut. Tentu yang paling tahu keaslian tidaknya SK tersebut adalah Gerindra sendiri. Karena secara administrasi, SK yang beredar tidak ada stempel basah partai.

a�?Di samping itu, namanya SK mesti ada narasi memberhentikan dan mengangkat. Saya tidak melihat itu,a�? kata Agus, kemarin (27/4).

Sehingga, berdasarkan bentuk fisik SK itu sulit menghindari kecurigaan publik terhadap keaslian. Artinya, DPP Gerindra sebaiknya menjelaskan ke publik agar tidak banyak spekulasi.

a�?Jika SK ini asli, maka lampu hijau bagi Ahyar Abduh menggunakan Gerindra,a�? terang Dosen Ilmu Politik UIN Mataram ini.

Beredarnya SK ini, sambungnya, menandakan ada adu kuat antara dua kubu dalam organisasi Gerindra. Penyebabnya bisa internal dan eksternal. Misal, ada ketidakpuasan Gerindra akan kepemimpinan Willgo. Sedangkan eksternal, banyak orang yang tertarik menggunakan Gerindra sebagai kendaraan politik.

a�?Ibarat gadis cantik yang banyak diperebutkan para perjaka,a�? ungkap Agus.

Melihat dinamika politik terkini, menurutnya wajar terjadi. Jika SK tersebut benar keasliannya menandakan kemenangan ada di kubu Ahyar. Bagi Agus, sah-sah saja Ahyar masuk di Gerindra, sebagai ikhtiarnya maju di Pilgub NTB. a�?Tentunya jangan Ahyar saja yang boleh mendekat ke sana, semua orang boleh, selama janur belum melengkung,a�? katanya.

Sekretaris Jurusan Politik Islam ini juga menuturkan, melihat ada beberapa kejanggalan dalam SK tersebut hingga prosesnya. Memperhatikan tanggal dikeluarkannya SK 14 Februari 2017 dengan kehadiran Prabowo Subianto di Lombok pada bulan Maret lalu.

Terlepas sudah atau belum dilantiknya kepengurusan yang baru, persiapan kedatangan Prabowo bukan oleh ketua yang baru. Melainkan segala sesuatunya oleh Willgo dengan kepengurusannya. a�?Sedikit tidak Ridwan Hidayat ada saat itu,a�? ujarnya.

Selain itu, dari kabar yang diperolehnya kehadiran Prabowo bersama Hasim Djojohadikusumo untuk memantau kondisi kantor DPD Partai Gerindra. Ternyata kantor yang didatangi mereka bukanlah yang di jalan Majapahit, melainkan kantor sementara dibelakang eks Bioskop Irama.

a�?Sebab kantornya kan sedang direnovasi, ini dimaklumi Pak Hasim,a�? ucap Agus.

Menarik pula saat rakornas Gerindra belum lama ini. Dalam sambutannya, kata dia, Prabowo mengabsensi masing-masing ketua DPD di Indonesia. Dari video yang diunggah dalam Facebook Prabowo, saat NTB disebut yang muncul adalah Willgo Zainar. a�?Saya rasa Prabowo tahu momen yang tepat,a�? tambahnya.

Meski demikian, menjadi menarik perhatian saat pelantikan ketua yang baru terjadi. Perlu dilihat siapa tokoh dari DPP yang bakal hadir. Jika pelantikan ini mampu mendatangkan Prabowo Subianto, atau minimal Fadli Zon maka kepengurusan yang baru bisa diterima kebenarannya.

a�?Setahu saya mendatangkan Prabowo itu sangat sulit, bahkan sempat diisukan ia tidak jadi ke Lombok pada Maret lalu,a�? terang Agus.

Jika SK tersebut asli pada akhirnya, apa yang dapat dilakukan Willgo? Kata dia, Willgo bisa ajukan keberatannya terhadap Mahkamah Partai dalam menyelesaikan persoalan ini. Bila jalan ini tidak juga menemukan titik temu dapat diselesaikan ke pengadilan.

a�?Ini pernah terjadi di beberapa partai, salah satunya PKS tentang Fahri Hamzah,a�? tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra H Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Fadli Zon, hingga Wakil Ketua Umum Bidang Hukum Sufmi Dasco Ahmad belum dapat dikonfirmasi. Baik melalui pesan singkat hingga telepon seluler. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka