Ketik disini

Metropolis

Gepeng dan Anjal Tidak Akan Dibiarkan

Bagikan

MATARAMA�– Permasalahan gelandangan dan pengemis (gepeng) dan anak jalanan (anjal) masih menjadi perhatian utama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram. Terlebih beberapa minggu lagi menjelang bulan Ramadan, di mana biasanya gepeng dan anjal banyak beroperasi.

a�?IniA� menjadi bagian dari perhatian kita,a�? ujar Kepala Dinsos Kota Mataram L Indra Bangsawan.

Ia menuturkan, dalam mengantisipasi masuknya gepeng dan anjal, pihak tetap melakukan penertiban secara berkala oleh satuan tugas (satgas) khusus. Penertiban dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke Dinsos.

Penertiban ini rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat. Salah satunya di seputaran Jalan Brawijaya dan perempatan Ampenan. a�?Ada laporan masuk kalau di sana banyak gepeng,a�? sambungnya.

Ia melanjutkan, penertiban gepeng tersebut memiliki kendala. Gepeng yang telah ditertibkan cenderung muncul kembali di lokasi yang berbeda. A�Sebab hal ini tidak dapat dilakukan Dinsos sendiri. Karenanya ia merasa perlu melakukan kerja sama dengan daerah tetangga, yakni Lombok Barat.

a�?Setelah kita interogasi, ternyata banyak yang dari Lobar. Seperti Kuripan, Bengkel, dan lainnya,a�? ungkapnya.

Bahkan menurutnya tak hanya gepeng, penjual pisang dan kacang pun ikut ditertibkan. Sebab disamping mereka masih usia sekolah, hal tersebut dapat membahayakan keselamatan mereka sendiri.

a�?Kita minta bantu Pemda Lobar untuk pengawasan karena mereka masih usia sekolah,a�? pungkasnya.

Sementara terkait jumlah gepeng yang asli berasal dari Kota Mataram, Indra mengaku tak begitu banyak. Mereka masuk dalam kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Sebab itu, Indra menghimbau warga Kota Mataram untuk selalu berbagi informasi pada Dinsos tentang keberadaan gepeng. Dinsos akan segera menurunkan satgas untuk penertiban pada gepeng tersebut. Bahkan termasuk pada keberadaan anak punk pun akan ditertibkan. (fer/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka