Ketik disini

Giri Menang Headline

Pemeran TTG 2017, Mataram dan Sumbawa Mendominasi

Bagikan

GIRI MENANG-Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) ke XV tingkat Provinsi 2017 resmi berakhir, kemarin (27/4). Setelah berlangsung selama tiga hari, sejumlah kontestan dari kabupaten/kota berhasil menjadi yang terbaik di beberapa kategori yang dilombakan.

Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa menjadi dua daerah yang paling banyak membawa pulang piala. Sementara tuan rumah Lombok Barat (Lobar) hanya berhasil meraih juara harapan satu bersama dua daerah lainnya, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Utara.

Dalam kesempatan itu, panitia mengungumkan pemenang dari berbgai kategori lomba. Untuk Kategori desain stand aspek substansi teknologi, pemenang pertama diraih Kota Mataram, kedua Kabupaten Sumbawa, ketiga Kabupaten Lombok Timur.

Untuk kategori aspek administrasi, kegiatan, aset, modal, jejaring, dan pembinaan pos pelayanan teknologi (posyatek), juara I diraih Posyatek Artista Kabupaten Lobar, kedua Posyatek Gangga, KLU, dan juara tiga Posyatek Bhineka Sumbawa.

Sedangkan kategori inovator dari aspek kebaruan (novelty), ramah lingkungan, murah dan bisa dimanfaatkan. Tempat pertama dimenangkan oleh alat kantong putih hitam (KPH) dan tongkat one mbolo penemuan Muhammad Asysul Riady dari Kabupaten Dompu, tempat kedua alat insenerator ramah lingkungan GT13AW penemuan Ahmad Eko Wahyudi Kota Mataram, di tempat ketiga alat expansi bio gas dari Kabupaten Sumbawa.

Acara penutupan tersebut berlangsung di Bencingah Agung, dihadiri oleh Bupati Lobar H Fauzan Khalid beserta perwakilan kepala daerah dari sembilan kabupaten/kota di NTB.

Bupati Lobar H Fauzan Khalid bersyukur pameran TTG berjalan aman dan lancar hingga penghujung acara. Ia berharap, kedepannya kegiatan ini dapat dilaksanakan lebih meriah lagi. Paling penting bisa menujukkan hasil inovasi terbaik putra putri daerah.

“Bisa menampilkan karya yang lebih inovatif, berdaya guna bagi perkembangan daerah,a�? harap orang nomor satu di Lobar ini.

Bupati juga menginginkan pemenang dalam lomba inovasi teknologi mendapat support dari pemerintah provinsi. Ia sadar untuk dapat menciptakan teknologi yang sempurna, tidak gampang. Namun membutuhkan proses dan biaya yang tidak sedikit.

Teknologi yang dicipatakan itu perlu dilakukan uji coba beberapa kali. Dalam uji coba pun tidak meski selamanya berhasil. Tentu ada yang mengalami kesalahan. “Uji coba ini memerlukan biaya banyak,a�? katanya.

Pemerintah daerah diminta tidak tutup mata dengan hasil inovasi putra putri daerah itu. Setidaknya hadir memperhatikan persoalan biaya. Bupati menilai, produk TTG tahun 2017 ini bisa dikembangkan lebih luas demi pekembangan masing-masing daerah kedepan.

Gelar TTG ke XV tingkat provinsi itu diikuti oleh sembilan kabupaten/kota se NTB. Hanya Kota Bima yang absen. Dengan alasan masih dalam masa peralihan kegiatan kepada OPD baru. (zen/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka