Ketik disini

Headline Praya

Banyak Kasus Illegal Logging di Lombok Tengah Hilang di Tengah Jalan

Bagikan

PRAYAA�– Kasus illegal logging yang terjadi di Lombok Tengah (Loteng) sering jalan di tempat. Sering kali petugas hanya menyita barang bukti tanpa menelusuri lebih jauh . Sehingga, tidak ada efek jera. Alhasil, kasusnya pun datang silih berganti, tidak pernah selesai.

a�?Itu yang tidak saya inginkan lagi. Bagaimana pun caranya, harus ditindak tegas dan cepat, tidak boleh ditunda-tunda,a�? kata Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, Sabtu (29/4).

Pengalaman yang selama ini terjadi, diakui Farid pelaku illegal logging tiba-tiba bebas, tidak ada kejelasan hukuman apa yang diberikan. Parahnya lagi, barang bukti kayu justru dibiarkan menumpuk begitu saja, bahkan hilang ditengah jalan. a�?Entah karena sudah ditutup atau bagaimana,a�? sindirnya.

Saat ini, kata Farid seluruh Kodim di NTB diwajibkan untuk membentuk tim khusus (timsus). Mereka wajib menjaga hutan, memburu pelaku dan menyita kayu. Kemudian, pelaku diserahkan ke kepolisian. Lalu, kayu langsung di lelang dan anggarannya diserahkan ke kas negara. Begitu seterusnya, tidak boleh ada lagi yang ditutup-tutupi.

a�?Bila perlu, dalam hitungan hari setelah dibongkar, semuanya sudah selesai. Yang penting, lengkapi dokumen,a�? seru orang nomor satu dijajaran TNIA� AD NTB tersebut.

Ia berharap, kebijakan semacam itu segera ditindaklajuti provinsi. Dengan cara, membuat Pergub atau Perda. Begitu pula, pemerintah kabupaten/kota. Jika tidak cepat disikapi, maka persoalan illegal logging tetap saja terjadi dan menjadi cerita biasa.

A�a�?Di internal TNI, siapa pun yang terlibat, maka tidak ada kata maaf,a�? tegas Farid.

Pria asal Madura tersebut meminta, agar masyarakat melaporkannya. Jika ada oknum pemerintah, kepolisian, apalagi TNI, maka siap-siap saja dilibas. a�?Ingat itu baik-baik,a�? tekannya.

Sebagai upaya pencegahan, pihaknya memerintahkan para timsus melakukan pengawasan dipintu keluar masuk hutan. Bila perlu, menjajaki area hutan. a�?Karena kalau hutan gundul, maka yang rugi kita sendiri. Mari bersama-sama menjaga hutan,a�? ujar Farid.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka