Ketik disini

Praya

Kampung Wisata Adat Sengkoah, Desa Labulia (1) : Terdapat Situs Batu Tinggang dan Pedewak Pelabu

Bagikan

Di Dusun Sengkoah Desa Labulia, Jonggat Lombok Tengah (Loteng), ternyata memiliki banyak situs bersejarah. Hanya saja, kurang dipromosikan.

***

Agar diketahui banyak orang, khususnya wisatawan para pemuda di Dusun Sengkoah membuat gebrakan. Mereka membangun gerbang dusun seperti di Dusun Sade Desa Rambitan, Pujut. Bertuliskan, kampung wisata adat Sengkoah Lombok Maligie. Diresmikan, Sabtu (29/4) kemarin.

Apa saja yang bisa dijual? Penanggungjawab kampung wisata adat Sengkoah Siti Lathifah membeberkannya. Di kampung wisata adat Sengkoah tersebut, terdapat situs bersejarah Batu Tinggang atau simbol perjalanan kerajaan terdahulu. Kemudian, situs Pedewak Pelabu atau tempat peribadatan dua agama, yaitu umat Islam dan Hindu Bali.

Bangunannya, bukan masjid atau pura. Tapi, sejenis rumah adat, yang berfungsi sebagai tempat beribadah. Konon dibangun sejak zaman kerajaan. Jika pelaksanaan salat lima waktu, tempat itu dipenuhi umat Islam. Begitu pula sebaliknya. Kini, situs Pedewak Pelabu itu masih berdiri kokoh, tetap dijaga dan dilestarikan.

Dusun Sengkoah sendiri, kata Lathifah berbatasan langsung dengan Desa Kuripan, Lombok Barat (Lobar). Di perbatasan itu, terdapat satu situs makam bersejarah bernama, makam Datu Kuripan. a�?Sayangnya, situs-situs bersejarah itu tidak tercatat dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1992,a�? sesalnya.

A�Selain itu, lanjut Lathifah terdapat juga kerajinan tangan masyarakat. Sebut saja, daun lontar, pipa, bambu dan songket. Lalu, peresean, sorong serah aji krame dan nembang Sasak.

Jika dibandingkan dengan dusun atau desa adat lainnya di Pulau Lombok, menurut Lathifah Dusun Sengkoah tidak kalah. Apalagi, jika ditarik garis sejarahnya. Menurutnya Dusun Sengkoah merupakan salah satu wilayah utama penyebaran agama Islam dan Hindu. Itu terjawab dari bangunan Pedewak Pelabu.

a�?Kedepan, mohon Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bisa mengangkatnya,a�? harap salah satu pengajar Politeknik Pariwisata Lombok (Poltekpar) tersebut.

Jika banyak dikenal orang, diakui Lathifah maka berdampak pada ekonomi masyarakat. Desa Labulia yang dikenal rawan kriminalitas pada gilirannya akan menjadi aman dan damai. Saat ini pun, pihaknya merekrut para pemuda di Dusun Sengkoah untuk bersama-sama membangun desa wisata adat. Namun, tidak tutup kemungkinan merambah ke dusun lain di Desa Labulia.

a�?Di Desa Labulia terdapat sembilan dusun. Dusun Sengkoah sendiri, merupakan satu-satunya dusun yang memiliki perjalanan sejarah,a�? sambung Kepala Desa (Kades) Labulia Lalu Arpan Mustajap.

Cepat atau lambat, tambah Arpan Dusun Sengkoah akan terkenal di dunia internasional. Fasilitas, sarana dan prasarananya pun segera dibangun, baik akses jalan masuk, pintu gerbang dusun, kamar mandi, air bersih dan lain sebagainya. a�?Mohon dukungan dan bimbingan Pemkab,a�? ujarnya.(Bersambung/Dedi Shopan Shopian a�� Praya/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka