Ketik disini

Metropolis

Warga Pasang Plang di Lahan KEK Mandalika

Bagikan

MATARAMA�– Pembayaran uang kerahiman sudah mulai diberikan kepada warga pengelola lahan di Mandalika. Akan tetapi beberapa titik lahan masih dipasangi plang atas nama warga. Seperti lahan titik 01 yang ada di kawasan Pantai Seger, plang bertuliskan a�?lahan milik Mamiq Alexa�? ditancapkan di bibir pantai tersebut.

Pemasangan plang ini dilakukan sebagai tanda bahwa warga masih menguasai lahan tersebut. Pihak PT Indonesia Tourism Depelovment Corporation (ITDC) maupun pemerintah tidak berani mencabut plang tersebut, karena masih dalam penguasaan warga.

Terkait hal ini, Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB Irnadi Kusuma mengatakan, lahan yang masih dipasangkan plang oleh warga itu untuk sementara dibiarkan. Sebab warga dan PT ITDC masih bersengketa di pengadilan. Dari data yang dimiliki pemprov, lahan itu dikelola Amaq Puri, tapi sekarang sudah berpindah ke Mamiq Alex, sehingga dia yang beperkara dengan perusahaan.

a�?Itu titik 01 yang kita tinggal karena masih (proses) perkara hukum,a�? kata Irnadi, kemarin (1/5).

Ia menjelaskan, dalam proses penyelesaian lahan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, ada warga yang menerima solusi dari warga yakni menerima uang kerahiman Rp 4,5 juta per are. Tapi ada juga warga yang mencoba tempuh jalur hukum karena merasa memiliki. Tapi dari beberapa perkara seperti lahan titik 05 dan titik 29 dimenangkan oleh PT ITDC, dan sudah ada keputusan Mahkamah Agung yang bersifat inkracht bahwa lahan itu milik negara yang dikelola PT ITDC. Akhirnya warga tidak lagi berhak menerima uang kerahiman yang ditawarkan sebelumnya.

a�?Tidak ada kewajiban perusahaan untuk membayarnya,a�? jelas Irnadi.

Terhadap yang masih dalam proses perkara di pengadilan, tim pemerintah daerah tentu hanya bisa menunggu sampai ada keputusan pengadilan. Sehingga yang diselesaikan hanya warga yang menerima solusi uang kerahiman. a�?Itu (hukum) bukan ranah kami,a�? katanya.

Sementara itu, untuk proses penyelesaian semua lahan, Irnadi mengklaim 97 persen atau hampir semua sudah selesai. Lahan-lahan yang warganya menerima uang tali asih sudah rampung diverifikasi, tinggal menunggu proses pembayaran dari PT ITDC. Hanya titik 01 dan titik 03 yang masih dalam proses di pengadilan. a�?Bisa kita katakan yang 109 hektare sebenarnya sudah selesai sekarang, di luar yang berperkara,a�? katanya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka