Ketik disini

Headline Metropolis

Dikabarkan Berpasangan dengan Rohmi, Suhaili : Mudah-Mudahan

Bagikan

MATARAM-Bakal calon gubernur (bacagub) H Moh Suhaili FT masih bungkam soal siapa yang akan menjadi pasangannya di Pilgub 2018 mendatang. Padahal setelah mendapat Surat Keputusan (SK) Calon Gubernur NTB dari DPP Golkar, Bupati Loteng ini diberikan kesempatan untuk mencari partai koalisi dalam mengusung pasangan calon (paslon).

Sejauh ini, nama Suhaili digadang-gadang mulai dipasangkan dengan sejumlah nama. Salah satunya kader dari Nadhlatul Wathan (NW) Hj Siti Rohmi Djalilah. Keduanya dipasangkan menjadi paket Suro (Suhaili-Rohmi).

 

Sinyal ini diperkuat dengan kunjungan yang dilakukan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto ke Ketua DPD Partai Demokrat NTB TGB HM Zainul Majdi. TGB yang juga Gubenur NTB itu adalah adik kandung dari Siti Rohmi.

 

Menanggapi hal ini Suhaili mengatakan, pihaknya sedang mengkaji dan memberikan kesempatan yang luas bagi partai lain untuk berkoalisi dengan Golkar. Mengenai kabar bakal paslon SURO, Uhel kerap disapa, justru turut mengaminkan. a�?Ya mudah-mudahan, bisa saja,a�? ujarnya, kemarin (2/5).

 

Sejauh ini, untuk mendapat partai koalisi, Uhel juga turut mengambil formulir pendaftaran bacagub di sejumlah partai. Sebagai bentuk keinginan partai berlambang pohon beringin yang juga mengharapkan koalisi dengan parpol lain.

Sedangkan untuk calon pasangan wakilnya, sambung Uhel, secara prinsip ia terbuka dengan siapa pun. Sebab, Uhel harus siap mengorbankan kepentingannya baik keluarga dan kelompoknya, demi kepentingan luas NTB.

a�?Yang bisa satu visi misi dengan kita,a�? tambahnya.

 

Menyinggung adanya kader Golkar yang juga tetap ikut maju dan memobilisasi partai lain, Uhel enggan berkomentar lebih jauh. Meski demikian, jika ada kader yang dinilai mbalelo akan ada aturan partai untuk menyelesaikan. a�?Kita serahkan pada DPP, banyak contohnya,a�? kata Uhel.

 

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto disela-sela penyerahan SK dukungan kepada Suhaili menyampaikan, partai akan memberi sanksi tegas kepada kader yang dinilai mbalelo dari arah kebijakan partai. Itu sudah diatur dalam Ad/RT organisasi Partai Golkar. Artinya, partai tak segan-segan bakal memberikan sanksi tegas kepada kader yang mbalelo. Mulai dari peringatan hingga pemecatan. a�?Ini sudah dilakukan kepada pak Syahrul Yasin Limpo di Sulawesi Selatan,a�? tegas Novanto.

 

Ia menegaskan, keputusan DPP Partai Golkar mengusung Suhaili sudah final. Sehingga seluruh jajaran kader dan pengurus Golkar di NTB harus tetap solid dan kompak dalam mengamankan arah kebijakan partai. a�?Pak Suhaili sudah final, tak ada yang lain,a�? tandasnya. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka