Ketik disini

Headline Sportivo

Semifinal Profesional Futsal League 2017, Mataram FC Harus Juara

Bagikan

MATARAM-Lolos ke babak final four (semifinal) membuat Mataram FC kembali memasang target baru. Kali ini targetnya, tidak berhenti sampai final four, tapi mereka bertekad menjadi juara Profesional Futsal League (PFL) 2017.

Tim asuhan Wahyu Triyanto itu memastikan melaju setelah menjadi runner up grup A dengan mengemas 26 poin. Pemuncak klasemen di grup itu ditempati Permata Indah Manokwari yang mengemas 28 poin

Hasil itu diraih Mataram FC setelah di pertandingan terakhir, mereka menang telak atas IPC Pelindo 7-3 di Sport Hall GOR 17 Desember, Minggu (30/4).  Lolosnya Purnomo Hadi CS ke final four merupakan sejarah baru bagi Mataram FC. Ini juga sebagai rekor baru dalam PFL yang meloloskan dua klub dari satu kota ke final four.    

Pada laga versus IPC Pelindo, Mataram FC langsung menggebrak. Pertandingan baru berjalan 1 menit Handri Pogba sudah menjebol gawang lawan. Empat menit kemudian, giliran Al Fajri memperbesar keunggulan Mataram FC.

Dukungan Ultras Mataram (pendukung Mataram FC) membuat semangat Al Fajri Cs seolah berlipat ganda. Pemain Mataram FC yang dipanggil timnas Sauqy Saud Lubis menambah gol timnya menjadi 3-0.

Tertinggal tiga gol, pelatih IPC Pelindo Dadang Iskandar mengubah strategi. Alhasil, di menit ke-13 Syarif Hidayatullah memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1. Namun, sebelum turun minum, pemain Mataram FC Tricahyo kembali memperlebar keunggulan menjadi 4-1.

Ketika babak kedua baru berjalan dua menit, Syarif Hidayatullah kembali memperkecil ketertinggalan IPC Pelindo menjadi 4-2.

Bertekad untuk menang membuat Mataram FC bermain habis-habisan. Hasilnya, mampu menambah tiga gol. Masing-masing dari Sauqy Lubis 30′, Fadillah 34′, dan Handri Pogba di menit ke-39.

Di menit-menit akhir, IPC sempat menggunakan power play untuk mengejar ketertinggalan. Namun, strategi tersebut tak berhasil.

IPC Pelindo berhasil mencuri satu gol satu menit sebelum laga usai lewat sepakan Ahmad Zulfikar. Laga ditutup dengan skor 7-3.

Mataram FC kini tinggal menunggu calon lawannya. Yakni juara grup B. Pilihannya antara Vamos FC Mataram dan Bintang Timur Surabaya yang sudah memastikan lolos ke babak semifinal.

Pelatih Mataram FC Wahyu Triyanto memuji penampilan anak asuhnya. Menurutnya, anak-anak bermain dengan tenang dan agresif. Mereka mampu belajar banyak dari kesalahan di laga sebelumnya melawan Antam FC. ”Ketenangan memang menjadi kunci kemenangan,” kata pria yang akrab disapa Wahyu Bewe itu.

Dikatakan, saat ini juara grup B masih belum pasti. Klasemen memang untuk sementara dipimpin Vamos. Tapi, BTS menguntit di peringkat kedua dengan poin sama-sama 24 angka. Kedua tim juga menyisakan satu laga sisa di seri Surabaya, 6 Mei nanti.

Lolosnya Mataram FC memang menjadi catatan sejarah. Catatan itu bakal bertambah jika Mataram FC bisa bertemu Vamos di final. Mereka bakal mencatatkan penanda zaman untuk kali pertama terjadi all-Matarams final dalam partai puncak PFL! 

“Awalnya, target kami adalah final four. Sekarang kami sudah di sini. Tentu anak-anak tak mau cuma berhenti di sini saja. Kami ingin menjadi juara,” kata dia.

Pelatih IPC Pelindo Dadang Iskandar mengatakan, Mataram FC bermain bagus pada laga itu. Serangan yang dibangun para pemain Mataram FC sangat tidak diduga. ”Baru laga berjalan delapan menit mereka sudah unggul tiga gol. Itu sangat cepat,” kata mantan pelatih timnas itu.

Dia mengatakan, sebenarnya pada laga itu, para pemainnya berusaha untuk mengejar ketertinggalan. Namun, jaraknya terlalu jauh. ”Dua menit sebelum laga usai kita tertinggal empat gol. Sanga sulit dikejar,” bebernya.

Target yang diraih timnya saat ini gagal. Karena, dari manajemen menginginkan tim lolos ke final. ”Mau diapakan kalau sudah begini. Kita akan perbaiki kegagalan ini pada tahun depan,” ujarnya.

Rencananya, beberapa pemain harus didepak. Karena pihaknya akan menyandingkan pemain muda dan berpengalaman.”Nanti kita lihat bagaimana keputusan manajemen,” tukasnya.  (arl/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka