Ketik disini

Headline Metropolis

Para Bidan di NTB Akan Dilengkapi Aplikasi Canggih

Bagikan

MATARAMA�– Guna memudahkan para bidan menjalankan tugas pelayanannya, Pemprov NTB kini membekali mereka dengan aplikasi canggih. Yakni aplikasi mobile yang disebut OpenSRP (smart register platform). Dengan alat ini petugas kesehatan di desa-desa dapat bekerja lebih efektif dan cepat guna menyiapkan generasi NTB yang lebih baik.

Penyediaan aplikasi ini merupakan bagian dari program Generasi Emas NTB (GEN) 2025, yaitu program yang bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Caranya dengan membantu petugas kesehatan dan pendidik untuk memberikan pelayanan terbaik bagi ibu hamil, dari awal kehamilan sampai anak berusia lima tahun. Pelayanan GEN tersebut mencakup perawatan antenatal, perawatan persalinan, imunisasi, pemantauan pertumbuhan, dan pemantauan intervensi anak usia dini (PAUD) di tingkat desa.

GEN 2025 yang merupakan amanat RPJMD dalam bidang SDM dibangun atas usaha kolaboratif antara pemerintah, universitas, dan organisasi nonpemerintah. Di dalamnya termasuk menyediakan data real time yang terintegrasi dan dengan cerdas melacak kegiatan yang sudah dilakukan petugas pelayanan seperti pendidik PAUD, PLKB, petugas kesehatan termasuk bidan, petugas gizi, vaksinastor, dan pendamping desa.

Sementara aplikasi OpenSRP adalah bagian dari program tersebut. Sebuah aplikasi yang dapat membantu petugas kesehatan dalam meningkatkan tumbuh kembang anak. Sistem data dan platform ini telah dikembangkan tim Thrive OpenSRP Indonesia dari Summit Institute of Development (SID), bekerjasama dengan Qualcomm Wireless Reach. Untuk itu, pemprov bekerjasama dengan SID memberikan bantuan 100 pc tablet yang telah terinstal aplikasi OpenSRP.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, aplikasi ini membantu bidan dalam melakukan pencatatan. Di mana saat memberikan pelayanan seorang bidan harus mencatat perkembangan kondisi warga, mulai dari kondisi saat awal hamil, melahirkan, hingga anak berusia lima tahun. Catatan itu tentu akan sangat banyak dan membutuhkan lembar yang tebal. Bila ingin melihat perkembangan ibu hamil sebelumnya, tentu bidan harus membolak balik catatan yang tebalnya bukan main. Akhirnya dengan aplikasi OpenSRP tersebut, mereka tinggal membuka aplikasi dan mengetahui informasi kondisi ibu hamil sebelumnya. Dengan demikian, aplikasi tersebut membantu bidan dalam mengambil keputusan tentang tindakan apa yang harus dilakukan.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H Rosiady Sayuti menambahkan, paling tidak ada dua manfaat yang didapatkan dengan program itu, yakni pencatatan bidan lebih aman dan rapi karena pencatan menggunakan kertas sewaktu-waktu bisa hilang dan rusak dimakan rayap. Selain itu, data di dalam aplikasi tersebut bisa dijadikan bahan analisis bagi pemerintah daerah sebelum mengambil kebijakan. Dari data-data yang tersimpan, pemerintah mengetahui kondisi masa lampau dan kini, misalnya dalam hal kasus kurang gizi, stating, dan kematian ibu hamil. Kemudian dari sana bisa diambil kebijakan apa yang harus diambil untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak di NTB.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj Erica Zainul Majdi memberikan apresiasi terhadap pengembangan aplikasi. Akan tetapi secanggih apapun aplikasi tersebut yang paling penting adalah kemanfaatannya bagi masyarakat.

Selain membantu 100 pc tablet berisi aplikasi OpenSRP, Pemprov bersama SID juga membagi 100 ribu suplemen mirkonutrien bagi ibu hamil di 100 desa di NTB. Hal itu juga dilakukan dalam rangka menyiapkan generasi emas NTB 2025. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags: