Ketik disini

Headline Metropolis

Ahyar Abduh di Mata Orang-orang Dekat (3-Habis) : Seperti Pahlawan bagi Warga Kebon Talo

Bagikan

Persoalan kawasan pinggiran selalu jadi sorotan karena kerap tidak diperhatikannya dalam pembangunan. Lalu bagaimana dengan Kota Mataram? Berikut laporannya.

A�***

SALAH satu kawasan pinggiran di Kota Mataram adalah Kebon Talo. Kawasan ini berada di pinggiran sebelah Utara Kota Mataram. Hanya dibatasi sungai, di sebelahnya lagi sudah masuk Desa Ireng, Sesela, Lombok Barat.

Kawasan ini terlihat terawat dengan baik. Sawah yang menghampar luas aksesnya dimudahkan dengan jalan yang telah dihotmix. Di semua ruas.

Tetapi yang menarik adalah nama jalan itu. Tertulis jelas a�?TGH Ahyar Abduha�?.

a�?Setelah musyawarah, warga langsung setuju menamai jalan itu TGH Ahyar Abduh,a�? kata Kepala Lingkungan Kebon Talo Jaya Murni.

Bukan tanpa alasan warga akhirnya sepakat menamai jalan itu, menggunakan nama Wali Kota Mataram. Rasa cinta, kagum dan diayomi menjadi alasan warga di sana, setuju seratus persen.

“Kita sering dengar kawasan perbatasan dibluar (Kota Mataram) sana kerap tidak diperhatikan, tetapi di sini pemimpin kami tidak begitu,a�? imbuhnya.

Ia lalu mencontohkan seperti jalan di kawasan itu telah terbangun dengan baik. Belum lagi fasilitas lain seperti pengolahan sampah hingga Sadana ibadah.

“Masjid di tempat kami bisa terbangun dengan baik, tidak lepas juga dari bantuan beliau secara pribadi,a�? ungkapnya.

Murni meyakini visi pembangunan Ahyar sangat jelas. Pro kerakyatan. Ia mencontohkan dibukanya akses jalan terusan TGH Ahyar Abduh akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Mobil besar seperti truck dan carry juga sudah mulai masuk. Kalau jalan terusan itu diperbaiki lagi nanti, warga bisa menikmati hasilnya dengan membangun ekonomi kerakyatan. Seperti berjualan, ojek dan banyak manfaat lainnya, termasuk harga tanah di kawasan itu jadi lebih tinggi,a�? ungkapnya.

Sosok Ahyar di mata Murni dan warga Kebon Talo juga sudah seperti ayah. Memberi perhatian tidak hanya dalam bahasa dan sikap formal saja. Tetapi benar-benar dari hati.

“Beliau sering datang tiba-tiba, bahkan pada malam hari hanya untuk melihat kondisi warga dan infrastruktur di sini,a�? imbuhnya.

Saat ada yang membuatnya tidak nyaman, maka Ahyar lanjut Murni akan langsung mengontak dinas-dinas yang bertanggung jawab langsung pada persoalan itu. a�?Mau siang mau malam, hal itu yang ia lakukan saat dulu ada jalan di sini yang belum di perhatikan,a�? ceritanya.

Karena itu, wajar warga di Kebon Talo sangat menghormati sosok Ahyar. a�?Yang menyenangkan juga beliau sangat humoris,a�? ujarnya.

Sisi humoris ini yang membuat Ahyar dekat dengan rakyat. Walau demikian itu tidak mengurangi rasa hormat warga padanya. “Karena beliau juga sangat berkharisma di mata kami,a�? ulasnya.

Murni mengatakan dirinya sebenarnya tidak terlalu dekat dengan sang Wali Kota. Ia hanya sekali waktu saja bertatap muka. Itu pun tidak berdua. Tetapi dalam satu forum rapat atau bersama warga lainnya.

“Saya tidak pernah ke Pendopo secara kusus menemui beliau karena segan,a�? ujarnya lalu terkekeh.

Tetapi itu tidak mengurangi penilaiannya pada sosok Ahyar. Baginya pembangunan nyata di lingkungannya sudah cukup meyakinkan dirinya, bawa Ahyar adalah sosok pemimpin sangat baik.

“Beliau mungkin tidak mengenal saya dengan baik, tapi saya mengenal beliau sangat baik,a�? tegasnya.

Ada satu lagi gaya kepemimpinan Ahyar yang membuat ia dan warga lain akan sangat kehilangan jika nanti Ahyar selesai menjabat. Walau sudah sangat senior, Ahyar sangat rajin turun ke lapangan. Lalu mengapa semua warganya.

“Itu membuat kami merasa sangat dihargai,a�? ulasnya lagi.

Murni menyebut karakter kepemimpinan Ahyar ini sangat jarang ada, hingga tempat berkumpul warga saja kerap diketahui Ahyar dengan baik. a�?Jadi tempat nongkrong saya dan pak Lurah beliau pun bisa tahu dan mau mendatanginya, ini benar-benar membuat kami senang sekaligus bangga,a�? cetusnya.

Tetapi rencana Ahyar maju dalam Pemilihan Gubernur 2018 nanti, membuat warga yang berisi sekitar 215 KK itu dilema. Di satu sisi mereka mengaku sangat takut kehilangan sosok pemimpin seperti Ahyar. a�?Tetapi di sisi lain kami juga bangga sosok putra daerah maju adu gagasan untuk NTB lebih baik,a�? tegasnya.

Ia hanya bisa berdoa agar Ahyar bisa mendapat posisi lebih baik. Ia juga sadar kepemimpinan Ahyar memang sebaiknya bukan hanya dirinya yang bisa merasakan. Tetapi warga NTB pada umumnya.

“Kita memang mau terus di pimpin, tetapi beliau lebih baik untuk masa depan NTB, demi kebaikan kita semua,a�? tandasnya. (LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka