Ketik disini

Headline Sumbawa

BPR NTB Sumbawa Mau Diapakan? Posisi Dirut Masih Lowong

Bagikan

SUMBAWA – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB Sumbawa disoroti dewan. Karena hingga kini, posisi direktur utama (Dirut) masih lowong. Itu terjadi setelah dirut sebelumnya, Ikhwan ditahan karena kasus dana cashback.

Karena kondisi itu, dewan khawatir BPR NTB Sumbawa akan tidak bisa berkembang. Terlebih lowongnya jabatan dirut sudah berlangsung cukup lama.

Anggota Fraksi Bintang Keadilan DPRD Sumbawa A�Salamuddin Maula menuding pemerintah provinsi (pemprov) sebagai pengendali saham sengaja membiarkan kondisi seperti itu. Terlebih dengan sikap Sumbawa sebelumnya yang menolakA� merger sepertiA� keinginan pemprov.

“Ada indikasi kondisi ini sengaja dibiarkan. Terlebih pada rapat sebelumnya dengan perwakilan pemprov, dengan terang-terangan pejabat yang mewakili pemprov mengancaman akan menjegal semua kepentingan Sumbawa apabila tidak menyetujui merger,” tegas Jalo, sapaan akrab politisi PKS itu.

Dia meminta pemprov segera menunjuk pejabat yang bisa menjalankan tugas-tugas dirut sementara Ikhwan ditahan. Dengan demikian diharapkan BPR NTB Sumbawa bisa berjalan normal kembali seperti biasanya. Karena dikhawatirkan apabila kekosongan pucuk pimpinan ini tetap dibiarkan akan berpengaruh terhadap capaian kinerja BPR NTB Sumbawa.

Sebelumnya Wakil Bupati Sumbawa H Mahmud Abdullah mengakui Pemda Sumbawa telah bersurat ke pemprov untuk meminta pemberhentian sementara dirut yang kini tengah menjalani proses hukum. Pemda Sumbawa juga meminta agar ada penunjukan pengganti sementara dirut di BPR NTB Sumbawa. (aen/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka