Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Jaksa Periksa Kepala Dikbud Kota Bima

Bagikan

KOTA BIMAA�– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima, Alwi Yasin MAP dipanggil Kejaksaan Negeri Raba Bima, Selasa (2/4). Pemanggilan Alwi itu sebagai saksi A�kasus dugaan korupsi SMAN 5 Kota Bima, yang merugikan negara sebesar Rp 500 juta.

Kajari Raba Bima Widagdo Mulyono Petrus mengatakan, Kadis dipanggil dan diperiksa sebagai saksi. Alwi dimintai keterangan terkait sejumlah kegiatan yang dilakukan SMAN 5 dan sumber anggarannya.
“Dipanggil selaku saksi terhadap kegiatan di sekolah tersebut. Apakah didanai APBD atau APBN. Karena yang tahu itu semua, ya panggil ini,” jelas Widagdo.

Menurut dia, dugaan penyalahgunaan anggaran di SMAN 5 bukan satu item saja, tapi ada empat. Untuk memastikan sumber anggaran tersebut, pihaknya harus mengambil keterangan dinas terkait apakah empat item tersebut bersumber dari APBD atau APBN.

Hingga saat ini, kejaksaan belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. “Kami masih mencari kebenaran materil dan beberapa penambahan informasi siapa yang paling bertanggungjawab dalam pelaksanaan dan penggunaan anggaran tersebut,” ungkap Widagdo.

Sementara itu, Alwi Yasin yang dikonfirmasi Rabu (3/4) mengakui dipanggil Kejaksaan. Alwi mulai diperiksa pukul 14.00 Wita hingga pukul 17.30 Wita. Dia mengaku adaA� puluhan pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan dan sumber anggarannya.
Seperti dana BOS.

Dia menjelaskan, jika pada tingkat SMA semua proses mulai dari penyusunan RAB hingga pengesahan dilakukan di tingkat provinsi. Termasuk ketika SPJ, dinas di tingkat daerah tidak dilibatkan tapi langsung dilaporkan ke provinsi.
“Kalau tingkat SMP, manajer BOSnya ada, dijamin hingga SPJ pun kami audit. Kalau ada penyalahgunaan atau kesalahan, pasti sudah duluan kami dinas tahu karena kami juga audit,” jelas Alwi.

Apakah provinsi juga melakukan hal yang sama? Alwi enggan menjawab hal ini. “Saya tidak tau itu, yang jelas yang kami lakukan di daerah seperti itu regulasinya,” pungkas Alwi. (tin/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka